Panglima TNI Ingin Pertahanan di Pulau Terluar dan Singgung Soal Timor Leste

Panglima TNI Ingin Pertahanan di Pulau Terluar dan Singgung Soal Timor Leste

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Selasa, 23 Feb 2016 18:13 WIB
Panglima TNI Ingin Pertahanan di Pulau Terluar dan Singgung Soal Timor Leste
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom
Jakarta - Presiden Jokowi memerintahkan pembangunan pertahanan TNI sampai ke pulau terluar. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memandang perlu untuk segera menjalankan perintah ini. Dia pun menggambarkan soal posisi Timor Timur yang kini sudah lepas dan menjadi Timor Leste.

"Pada saat Timor Timur jadi provinsi di Indonesia dulunya, maka pulau terluar terhadap Australia adalah Timor Timur. Sekarang sudah menjadi negara Timor Leste," ungkap Panglima usai rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2016).

Untuk itu basis pertahanan di pulau terluar harus diperkuat. Saat ini, kata Gatot, hanya sedikit markas Babinsa di pulau-pulau terluar di wilayah sekitar Nusa Tenggara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Maka pulau terluar adalah pulau Lirang, Wetar, Leti, Alor ini yang selama ini kita lupakan di TNI hanya ada dua Babinsa di sana. Terus pangkalan AL hanya ada 2. Ini agar benar-benar di pulau-pulau terluar kita punya mata dan telinga," kata Panglima.

Gatot menyebut saat ini armada untuk wilayah timur perlu waktu 8 hari untuk menyentuh Pulau Aru. Ke depannya dia ingin pergerakan pasukan untuk pertahanan bisa lebih cepat.

"Perlu ada lagi pelabuhan, di mana tempatnya perlu kita lihat, laporkan lagi," ujar dia. (bgs/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini