Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto mengatakan, dalam awal tahun ini, Densus 88 telah banyak mengungkap jaringan terorisme. Setidaknya ada 40 orang yang telah ditangkap pasca bom Thamrin yang meledak 14 Januari 2016 lalu dan menjadi perhatian dunia.
"Pasca bom Thamrin ada 40 (orang) yang kita tangkap. Kemudian kita pilah-pilah lagi (jaringannya)," kata Agus di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2016).
Agus mengatakan, dari teroris-teroris yang ditangkap, ada yang terkait dengan jaringan pelaku bom Thamrin maupun jaringan Santoso yang memang sudah bergerak sejak lama.
"Ada senjata api yang hilang di LP Tangerang beberapa waktu lalu, kemudian Poso, di Malang, Tangerang-Cisauk yang terkait bom Cimanggis 2015 lalu," katanya.
Agus belum dapat memastikan totalnya ada berapa kelompok teroris di Indonesia. Sebab, ia menegaskan, kelompok-kelompok yang muncul, memiliki keterkaitan dengan kelompok sebelumnya.
"Kan ada kemungkinan mereka terkait kelompok A dan B. Masih saling terkoneksi," katanya. (kff/rvk)











































