Denny JA:
PD Harus Cari Figur Selain SBY
Kamis, 10 Mar 2005 17:29 WIB
Jakarta - Agar dapat memenangkan Pemilu 2009, Partai Demokrat (PD) harus segera mencari figur ikon baru selain SBY. Dengan demikian kelangsungan hidupnya sebagai partai politik yang besar tidak lagi bergantung pada popularitas pemerintahan SBY-JK.Demikian kata pengamat politik Denny JA, dalam diskudi bertajuk Partai Demokrat, Reformis atau Status Quo, sore ini di gedung JMC, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (10/3/2005)."Sebaiknya PD mencari ikon baru selain SBY, agar nasibnya tidak begantung pada popularitas SBY saja. Yaitu figur ketua umum yang populer dan dapat diterima semua pihak dalam muktamar nanti. Bila tidak, maka fenomena PDIP akan berulang, besar sebentar kemudian berantakan lagi," ujarnyaLebih lanjut Denny mengatakan bahwa untuk bisa memenangkan pemilihan umum legislatif dan presiden 2009 nanti, sejak sekarang jajaran fungsionaris PD harus bekerja keras merebut hati masyarakat. Sebab berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang ia pimpin, loyalitas pemilih PD pada pemilu 2004 kemarin hanyalah berkisar 40%.Hanya karena SBY yang menjadi superstar saat itu memang mempunyai nilai jual yang sangat tinggi, tidak aneh bila PD mendulang perolehan suara yang signifikan. Tetapi para pemilihnya lebih merupakan massa mengambang yang sewaktu-waktu dapat kembali ke partai nasionalis dan Islam yang memang merupakan basis asalnya bila kecewa dengan performance sang superstar.Karena itulah, menurut Denny, mengandalkan pada popularitas SBY yang kini menjabat sebagai RI1 untuk menghadapi Pemilu 2009, bukanlah pilihan yang bijak. Karena popularitasnya akan sangat dipengaruhi oleh kesuksesan dari pemerintahan SBY-JK secara keseluruhan di mata rakyat.Terlebih popularitas SBY paling lama hanya dapat dipertahankan dalam jangka waktu 10 tahun saja. Sesuai dengan ketentuan dalam UU Pilpres, bahwa presiden terpilih hanya dapat melanjutkan kepemimpinannya hingga satu periode berikutnya.Sinyalemen tersebut diperkuat oleh pengamat politik Lukman Mokoginta. "Apabila kinerja SBY beberapa tahun ke depan nol, maka pasti PD akan hancur juga," tandasnya.Mencari figur ketua umum yang dapat sekaligus menjadi bagai ikon baru PD di atas, merupakan salah satu langkah penting yang direkomendasikan oleh LSI. Langkah ini pula ia yakini akan dapat menyelesaikan konflik internal yang selama ini melanda akibat problem kepemimpinan yang kokoh.Menanggapi peringatan tersebut, Ketua DPP PD Sys NS, menyadari bahwa parpolnya membutuhnya figur baru agar dapat mengulangi prestasinya yang luar biasa pada 2009."Saya yakin nanti akan muncul figur-figur baru dan segar dalam PD. Dan untuk tumbuh menjadi partai yang besar, kita butuh sistem yang stabil. Agar siapa pun ketuanya nanti, loyalitas massa tetap kepada kita," jawabnya.
(nrl/)











































