Ade Komarudin Dilaporkan ke MKD, Bamsoet: Pesawat Sendiri Kok Gratifikasi

Ade Komarudin Dilaporkan ke MKD, Bamsoet: Pesawat Sendiri Kok Gratifikasi

Indah Mutiara Kami - detikNews
Selasa, 23 Feb 2016 12:57 WIB
Ade Komarudin Dilaporkan ke MKD, Bamsoet: Pesawat Sendiri Kok Gratifikasi
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Ketua DPR Ade Komarudin dilaporkan oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri Lembaga Advokasi Kebijakan Publik (LAKP) ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Ade disebut menerima gratifikasi berupa penggunaan pesawat jet berdasarkan foto yang beredar di media sosial. Tim sukses Ade Komarudin sebagai caketum Golkar pun langsung membantah.

Koordinator LAKP M Adnan diterima oleh sekretariat MKD, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2016) dan mendapat tanda terima. Saat melaporkan, Adnan membawa foto sebagai bukti.

"Awalnya beredar foto-foto, ada dugaan ada beberapa anggota DPR termasuk ketua DPR Ade Komarudin menerima dugaan gratifikasi berupa pesawat jet mewah untuk berkeliling," kata Adnan sambil menunjukkan foto yang dimaksud.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia meminta MKD proaktif mengusut kasus ini meski hanya bermodal foto. Tidak ada rincian perjalanan Ade menggunakan pesawat jet itu tetapi Adnan mengaku mendapat info sumber gratifikasi.

"Infonya dari pengusaha dari Kalimantan. Sekali jalan Rp 200 juta. Kita berharap MKD proaktif dan mendalami di situ," ungkapnya.

Adnan pun mengakui bahwa bukti yang dia miliki belum kuat. "Kalau ada kelompok masyarakat lain yang punya bukti lebih kuat, bisa menambahkan," imbuhnya.

Ade sendiri diketahui sedang mencalonkan diri sebagai caketum Golkar. Terkait hal ini, Adnan membantah pelaporannya itu bermuatan politis dan dia punya hubungan dengan caketum lain.

"Kami tidak ada hubungan dengan kepentingan politik manapun," ujar pria yang pernah juga melaporkan anggota DPR Herman Hery ke MKD ini.

Di foto tersebut, tampak Ade bersama tim suksesnya yaitu Bambang Soesatyo, MS Hidayat, Titiek Soeharto, Ahmadi Noor Supit, Misbakhun, dan Firman Soebagyo. Saat dikonfirmasi, Bambang membantah pesawat jet itu merupakan gratifikasi.

"Itu milik kantor saya. Pesawat milik sendiri kok dibilang gratifikasi," ucap Bambang saat dikonfirmasi terpisah. (imk/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads