Mahasiswa Yogya Demo BBM Lagi
Kamis, 10 Mar 2005 17:21 WIB
Yogyakarta - Mahasiswa Yogyakarta dari berbagai elemen kembali turun ke jalan menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka menuntut diturunkannya harga BBM.Aksi diikuti 400 -an mahasiswa dari berbagai elemen. Mereka berasal dari BEM UGM, BEM UNY, BEM UMY, KAMMI DIY, PMII Komisariat UGM, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY dan IMM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).Aksi hari ini Kamis (10/3/2005) di mulai pukul 14.00 WIB diawali dari Bunderan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) dan berakhir di Kantor Pos Besar Yogyakarta.Setelah semua elemen aksi berkumpul di depan pintu gerbang kampus UGM, mahasiswa langsung membentuk barisan dan menggelar beberapa orasi. Selain membawa poster, mereka juga membawa bendera organisasi masing-masing. Beberapa poster diantaranya bertuliskan "SBY Pembohong, BBM Naik = SBY Turun, Hatiku Hancur Karena BBM Naik, BBM Naik Rakyat Menjerit."Setelah berorasi selama 30 menit, massa kemudian melanjutkan aksi menuju perempatan Kantor Pos Besar di Jl Senopati Yogyakarta. Mereka tidak melakukan longmarch, namun berkonvoi menggunakan ratusan sepeda motor dan 3 buah bis kota. Sebuah mobil bak terbuka dilengkapi alat pengeras suara menjadi sebuah panggung orasi. Saat aksi berlangsung, mereka terus-menerus meneriakkan yel-yel "SBY turun."Achmad, salah seorang peserta, dalam orasinya menyatakan kebijakan pemerintahan SBY menaikkan harga BBM adalah sebuah kebijakan yang tak populis. SBY juga tidak mampu menangkap para koruptor kelas kakap, pelaku illegal logging dan menyita harta dan aset-aset mereka hasil menjarah uang rakyat."Naiknya harga BBM mengakibat beban derita rakyat semakin bertambah. Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga pula," katanya.Menurut Achmad, SBY juga telah mengingkari janji saat kampanye pilpres laludengan janji tidak akan menaikkan harga BBM. "Namun ternyata janji-janjitinggal janji dan SBY tetap menaikkan BBM," katanya.Sementara itu salah seorang peserta aksi lainnya saat berorasi di depanKantor Pos Besar menyatakan rakyat harus tetap menyatakan menolak kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintahan SBY hingga SBY bersedia menurunkan kembali harga BBM.
(nrl/)











































