"Meninggalnya pukul 02.30 WIB tadi," kata Edi, loper koran yang sehari-hari mangkal di perempatan Matraman, Jakarta Timur,Β saat dihubungi detikcom lewat telepon, Selasa (23/2/2015).
(Baca: Kena Virus Otak, Anak Loper Koran ini Tak Sadarkan Diri dan Butuh Bantuan)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang posisi ambulansnya masih di Banyumas," ucap Edi lirih. Saat disambangi detikcom Senin (22/3) kondisi Muhammad Saifullah memang terus menurun.
Edi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi bantuan baik doa maupun materi selama anaknya dirawat di rumah sakit.Β "Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan bantuan, semoga Allah yang membalas," ujar Edi.
Bantuan selama ini terus mengalir kepada Edi. Semalam misalnya sejumlah orang datang ke ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Rumah Sakit Pasar Rebo, Jakarta Timur, tempat Muhammad Saifullah dirawat.
"Ada beberapa semalam yang datang ngasih bantuan, ada juga dari orang bank yang menawarkan Pak Edi buka rekening biar bantuan masyarakat bisa dikasih lewat situ. Karena selama ini kan dia enggak ada nomor rekeningnya," ujar salah satu satpam rumah sakit tersebut.
(Baca juga: Bang Edi Tetap Berdikari Meski Hanya Punya Satu Kaki)
Pagi tadi juga ada beberapa orang yang datang ke RS Pasar Rebo untuk memberi bantuan. Tapi malangnya, Muhammad Saifullah sudah meninggal dan jenazahnya dibawa keluarga untuk dimakamkan di Kebumen.
(hri/nrl)











































