"40 Napi sadar, dan koperatif. Kami pisahkan di tempat pemenjaraan itu agar jangan gabung. Agar yang sudah kooperatif dipengaruhi yang masih radikal. Kalau ketemu nanti kan bisa takut," ujar Saud usai rapat dengan Komisi III di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/2/2016).
Dia menyebut lokasi pemisahan 40 napi ini rencananya ditempatkan di salah satu lembaga pemasyarakatan di Bogor, Jawa Barat. Upaya ini agar napi yang sudah sadar tak kembali terpengaruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti apa upaya penyadaran yang dilakukan BNPT terhadap napi di dalam lapas?
Menurutnya, beberapa pihak dari mulai pakar, ulama, hingga psikolog diturunkan membantu penyadaran.
"Kami ajak pakar-pakar dan ulama-ulama serta psikolog agar mereka mau komunikasi," tuturnya.
Menurutnya, pakar, tokoh agama ini disiapkan pula menghadapi narapidana dengan paham radikal dan sulit disadarkan. Dari 240 napi, ada 8 napi teroris yang doktrinasinya begitu kuat.
"8 Itu masih kuat, kokoh dengan pola pikirannya yang radikal. Ini kami terus komunikasikan dengan tokoh ulama sampai pakar," tuturnya. (hty/tor)











































