Di mata Tantowi, Provinsi Banten mempunyai potensi pariwisata yang besar. Itu bisa dilihat dari kayanya kesenian dan situs-situs sejarah yang ada di Banten.
Salah satu yang bisa jadi tujuan wisata, menurut dia, adalah kawasan China Benteng yang ada di Tangerang. Wilayah itu dulunya jadi pintu masuk orang-orang dari China daratan ke Tangerang, yang waktunya berbarengan dengan eksodus mereka ke Kota Melaka, Malaysia. Hal ini dapat dilihat dari bentuk rumah di kedua kota tersebut yang mirip. Bangunan warga China Benteng berada di pinggir sungai yang kala itu menjadi urat nadi transportasi dan ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Malaysia, tambah Tantowi, Kota Melaka yang rapi telah menjelma menjadi destinasi pariwisata yang mampu menyedot 12,5 juta turis setiap tahunnya. Sungai di Melaka juga dilayari lebih dari 200.000 turis dalam setahun. Angka tersebut sangat signifikan menyumbang pendapatan Malaysia dari pariwisata, dan multi flyer effect-nya mampu menggerakkan ekonomi penduduk lokal.
"Itu yang membuat saya ngiri. Seharusnya permukiman China Benteng bisa menyaingi Melaka. Tapi saat ini kondisinya memprihatinkan. Banyak bangunan bersejarah yang rusak, bahkan hilang dan berganti dengan gedung-gedung modern. Perlu langkah serius untuk merevitalisasi," ulas anggota Komisi I DPR itu.
Revitalisasi kawasan China Benteng pun masuk dalam janji politiknya. Tantowi berkomitmen mengembalikan tampilan permukiman China Benteng dan sungai di depannya menjadi bersih dan indah. Dia yakin kawasan China Benteng bisa jadi destinasi pariwisata, utamanya untuk menarik masyarakat Ibu Kota.
"Apalagi secara geografis Tangerang hanya sejengkal dari Ibu Kota yang penduduknya haus pariwisata. Belum lagi kemudahan akses dari berbagai daerah dan luar negeri dengan adanya airport internasional, membuat potensi wisata China Benteng menjanjikan," pungkasnya. (tor/van)











































