BNPT Minta Tambahan Anggaran Rp 200 M ke Komisi III DPR

BNPT Minta Tambahan Anggaran Rp 200 M ke Komisi III DPR

Hardani Triyoga - detikNews
Senin, 22 Feb 2016 15:22 WIB
BNPT Minta Tambahan Anggaran Rp 200 M ke Komisi III DPR
Kepala BNPT Komjen Saud Usman Nasution. Foto: rengga sancaya
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) rapat membahas anggaran dengan Komisi III DPR. BNPT mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp 200 miliar untuk penambahan personel.

"Kami sudah usulkan anggaran-anggaran untuk kantor, kegiatan renstra aksi nasional. Kami minta pada DPR dan pemerintah bagaimana pemenuhannya," ujar Kepala BNPT Saud Usman Nasution usai rapat dengan Komisi III di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/2/2016).

Dia merincikan untuk 2016 anggaran BNPT sebesar Rp 330 miliar. Anggaran tambahan di APBN-P 2016 sebesar Rp 200 miliar. Angka anggaran tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 311 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, bila berdasarkan angka ideal BNPT, anggaran ini masih di bawahnya.

"Tahun lalu kami minta Rp 895 miliar dan untuk rencana aksi nasional dibutuhkan Rp 397 miliar," tuturnya.

Dia menambahkan selain operasional, penambahan anggaran ini juga terkait keterbatasan personel BNPT. Menurutnya, sulit praktiknya BNPT menjalankan tugas bila jumlah personel terbatas.

"Lalu terkait personel karena kami rasakan, kalau yang terbatas kan enggak cukup. Kami kan di pusat," tuturnya.

Wakil Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan mengatakan pihaknya akan mendorong pemerintah untuk menyiapkan anggaran tambahan yang diminta BNPT sebesar Rp 200 miliar.

"Secara riil BNPT minta tambah anggaran Rp 200 miliar lagi. Ya kita akan perjuangkan," ujar Trimedya.

Sementara, dua kesimpulan yang disepakati antara BNPT dengan Komisi III yaitu pertama, Komisi III dukung peningkatan anggaran prioritas untuk penuhi kebutuhan anggaran optimal dan penuhi jabatan struktural serta fungsional dalam upaya penanggulangan terorisme.

Kemudian, kedua yakni Komisi III mendukung rencana strategis 2016 dan mendesak Kepala BNPT meningkatkan koordinasi dan konsolidasi dengan institusi terkait seperti BIN, Polri, TNI, serta Kementerian lembaga dan masyarakat untuk mencegah penyebaran radikalisme yang mengarah terorisme. (hty/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads