Bersua dengan Suku Bajo, 'Gipsy' Laut dari Pesisir Sulawesi Tenggara

ADVERTISEMENT

Bersua dengan Suku Bajo, 'Gipsy' Laut dari Pesisir Sulawesi Tenggara

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Senin, 22 Feb 2016 10:49 WIB
Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom
Konawe Selatan - Pemandangan laut yang indah terhampar di pesisir Kolono, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Di tepi pantai Kolono yang jernih terlihat beberapa rumah panggung milik masyarakat Suku Bajo yang terpancang di laut.

Di atas karang pesisir Kolono bermukim ratusan orang Suku Bajo yang mendirikan rumah panggung berbahan kayu. Di bawah kolong rumahnya terdapat sampan yang dipakai melaut. Mereka menggantungkan hidup dari hasil laut yang berlimpah di perairan sekitar Teluk Kendari.

Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom

Masyarakat Suku Bajo yang hidup nomaden di atas laut hingga sering digelari gipsy laut ini tinggal di pesisir pulau-pulau di Sultra yang jumlahnya mencapai 625 pulau. Di pulau-pulau Sultra jumlah masyarakat Suku Bajo mencapai angka 20 ribu jiwa, yang dominan berada di kepulauan Wakatobi.

Makmur (21), salah satu masyarakat Suku Bajo di Kolono yang ditemui detikcom di Kolono, Sabtu (21/2/2016), menuturkan bahwa nenek moyangnya sejak dulu telah bermukim di laut. Hidupnya bergantung dari hasil melaut, seperti dari memancing ikan atau cumi-cumi yang dijual di daratan.

Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom

"Kami sudah dari dulu terbiasa dan nyaman tinggal di atas laut. Kalau tinggal di darat kita merasakan ada yang lain," ujar pemuda yang mengaku memiliki 6 anak ini.

Selain di Sultra, Suku Bajo lainnya tersebar di beberapa daerah seperti di Nusa Tenggara, kepulauan Madura, Kalimantan, bahkan di beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Filipina. (mna/trw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT