Soal Nuklir, AS Desak Internasional Bertindak atas Iran
Kamis, 10 Mar 2005 15:45 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat mendesak komunitas internasional untuk mempertimbangkan tindakan terhadap Iran terkait dengan isu nuklir. Desakan ini disampaikan AS menyusul keengganan Iran dalam negosiasi dengan Uni Eropa untuk menghentikan aktivitas nuklirnya.Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menyatakan, satu-satunya cara bagi Iran untuk mengatasi kekhawatiran internasional akan program nuklirnya adalah dengan menyetujui penghentian pengayaan uranium secara permanen. "Sayangnya, kami belum melihat sikap seperti itu dari Iran, dan kami mungkin harus mempertimbangkan tindakan lain untuk diambil jika Iran tidak memenuhi kewajibannya," tukas juru bicara Deplu AS Richard Boucher. Ia tidak menjelaskan lebih jauh soal pernyataannya itu. Namun dikatakan Boucher, seperti diberitakan AFP, Kamis (10/3/2005), opsi tindakan yang ada termasuk membawa masalah Iran ke Dewan Keamanan PBB.Pengayaan uranium merupakan proses bahan bakar yang bisa membantu dalam pengoperasian pembangkit tenaga nuklir. Namun proses itu juga bisa digunakan untuk menghasilkan material bagi senjata nuklir. Pemerintah Iran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi. Teheran telah menegaskan tidak akan pernah menghentikan aktivitas nuklirnya itu.Tiga raksasa Uni Eropa -- Inggris, Prancis, dan Jerman -- tengah berusaha membujuk Iran untuk menghentikan proses pengayaan uranium. Sebagai gantinya, Iran diiming-imingi paket insentif yang mencakup perdagangan, keamanan dan teknologi.
(ita/)











































