Mahasiswa Lempari DPR Bom Molotov, Perwira Nyaris Kena
Kamis, 10 Mar 2005 15:40 WIB
Jakarta - Aksi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM di gedung DPR/MPR diwarnai ledakan bom molotov. Seorang perwira polisi nyaris jadi korban.Peristiwa berawal saat 5 utusan mahasiswa masuk bertemu Humas DPR/MPR dan diberitahukan anggota DPR sedang rapat konsultasi sehingga tidak dapat bertemu dengan mahasiswa di DPR/MPR, Senayan, Jakarta , Kamis (10/3/2005).Perwakilan mahasiswa lantas memberitahukan informasi tersebut kepada rekan-rekannya. Namun sayang, informasi itu malah memicu emosi dari ratusan mahasiswa yang menunggu di luar gedung DPR/MPR. Tiba-tiba terjadi pelemparan bom molotov dari arah kerumunan mahasiswa Forum Kota (Forkot) dan Gerakan Mahasiwa se-jabotabek.Seorang perwira yang sedang membuat blokade di dalam gedung DPR/MPR nyaris menjadi korban. Untungnya, dia langsung loncat sebelum bom meledak. Kemudian, polisi mencoba memadamkan api dari bom tersebut.Tak lama kemudian, seorang staf DPR bertemu dengan mahasiswa memberitahukan bahwa anggota DPD Laode Ida bersedia melakukan audiensi. Mahasiswa pun segera mengutus 14 perwakilan dari BEM se-Jabotabek yang dipimpin Ketua Umum BEM UNJ Karyadi.Sambil menunggu hasil audiensi, ratusan mahasiswa memilih bernyanyi dangdut dan bersantai ria. Polisi tampak berjaga-jaga membuat barikade di dalam dan di luar gedung DPR/MPR.
(aan/)











































