Kapolda Jateng Imbau Anggotanya Waspada Teror Sianida

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 21 Feb 2016 15:16 WIB
Ilustrasi/apel kesiapan polisi (Foto: Hasan Alhabshy-detikcom)
Semarang - Polda Jawa Tengah mengimbau anggotanya waspada dengan modus baru teroris yang menggunakan racun sianida. Menurut informasi intelijen, modus tersebut digunakan untuk mengincar kepolisian.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Nur Ali, mengatakan, imbauan tersebut dikeluarkan sebagai tindak lanjut dari instruksi langsung Kapolri kepada seluruh kapolda di Indonesia agar waspada terhadap modus racun sianida.

"Sasaran kelompok teroris adalah anggota Polri yang bertugas di lapangan maupun di markas. Informasi ini didapatkan dari intelijen," kata Nur Ali dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/2/2016).

Penggunaan racun sianida diinformasikan mencuat setelah kasus kematian Wayan Mirna Salihin akibat kopi yang dicampur sianida. Namun modus tersebut sudah pernah terjadi.

Nur Ali menjelaskan pada tahun 2010 seseorang diketahui memasukkan sianida pada makanan di kantin Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat itu pelaku ditangkap dan sudah dijatuhi hukuman. Insiden tersebut tidak banyak diketahui karena memang tidak disorot media.

"Kelompok teroris bisa saja menggunakan modus baru, racun sianida atau gas beracun. Yang penting hati-hati dan waspada, terutama anggota yang bertugas di lapangan," tegasnya.

Kewaspadaan, lanjut Nur Ali, harus ditingkatkan anggotanya. Hal yang bisa dilakukan yaitu memaksimalkan fungsi pengamanan swakarsa yang ada untuk mempersempit ruang gerak teroris.

Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes A. Liliek Darmanto menambahkan kelompok radikal ISIS sudah menebarkan ancaman nyata. Pihaknya berharap agar anggota kepolisian tetap bertugas maksimal dan meningkatkan kewspadaan.

"Memang ada informasi soal itu, teroris memasukkan (sianida) ke makanan dan minuman. Namun anggota tidak perlu takut, tetap bertugas dengan baik. Kewaspadaan harus ditingkatkan," ujar Liliek.

Anggota kepolisian tidak perlu khawatir karena ada tim untuk mengecek makanan dan minuman yaitu food security. Tim tersebut berasal dari bidang kedokteran kesehatan. (alg/fdn)