"Kemarin saya menghadiri Rakerda DPD PAN Banjarnegara, ada Ketua DPW PAN Jateng juga Ketua DPD PAN Banjarnegara. Dalam Rakerda itu saya sampaikan pertama kita harus bersyukur bahwa PAN ini memiliki modalitas yang paling mendasar yaitu adanya rasa persaudaraan dan rasa kekompakan yang solid sejak dari kongres, bahkan sejak PAN berdiri. Kemudian kongres terakhir di Bali, alhamdulillah semuanya kompak demokratis. Kekompakan ini harus dijaga, kader harus menyadari bahwa PAN ini beda dengan parpol yang lain," kata Taufik Kurniawan dalam siaran pers, Minggu (21/2/2016).
Taufik lantas mengungkap perjalanan PAN yang berdiri di era reformasi. "PAN ini lahir dari garis dari reformasi yang salah satu lokomotifnya Pak Amien Rais, di situ adalah motifasi kader untuk selalu berjuang mengedepankan amar ma'ruf nahi mungkar tapi harus melihat parpol lain bukan sebagai lawan tetapi sebagai mitra, berlomba-lomba dalam kebaikan," kata Taufik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu kenapa Taufik tiba-tiba mengingatkan kader PAN agar menjaga kekompakan, apakah ada riak-riak di internal PAN? Ternyata bukan, Taufik hanya ingin PAN tidak tercerai-berai seperti partai lainnya yang terjebak perpecahan.
"Kita melihat parpol ini ada parpol yang tidak kompak. Jadi kekompakan dan persaudaraan yang dimiliki PAN adalah aset yang sangat berharga," kata Taufik yang dua kali menjadi Ketua SC Kongres PAN ini.
"Kita dukung program ketum kita yang sekarang, Pak Zulkifli Hasan. Siapa pun ketua umumnya PAN dibangun Pak Amien Rais sebagai pendiri PAN untuk menjadi partai yang kuat dan solid," pungkasnya. (tor/van)











































