"Para siswi Sepolwan sudah balik semua dari RS Polri kemarin, kondisinya sehat, baik mereka," ujar Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Musyafak kepada detikcom, Minggu (21/2/2016).
Musyafal mengatakan para siswi itu mengalami gangguan pencernaan akibat mengkonsumsi makanan nasi kotak yang disediakan pihak kantin Polres Bandara Soekarno-Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan peristiwa keracunan massal siswi Sepolwan itu bukan karena ada kandungan racun, tetapi karena kondisi makanannya yang kurang baik.
"Itu bukan keracunan. Kalau keracunan itu kan konotasinya ada racun, itu tidak ada sifat yang unsurnya mengandung racun. Ini murni karena gangguan pencernaan saja," tutupnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (18/2) siang. Awalnya, 66 personel para siswa menyantap nasi kotak yang disediakan pihak kantin di Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk makan siang.
Nasi kotak tersebut berisi nasi, hati ampela, sayur nangka dan sambal. Tidak lama setelah menyantap makanan tersebut, tiba-tiba mereka mengalami mual-mual dan muntah-muntah. (mei/mnb)










































