"Pulau Kalimantan memiliki jumlah jenis kelelawar yang tinggi," kata Sigit kepada detikcom. Namun tidak semua titik-titik habitat kelelawar di Kalimantan tidak dilewati gerhana matahari total.
Menurut Sigit, jika melihat lintasannya, maka penelitian perilaku kelelawar saat gerhana matahari total paling ideal ada di Sulawesi. "Beberapa titik di Sulawesi memiliki jumlah jenis kelelawar yang cukup banyak," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sigit mengatakan, berdasarkan penelitian sebelumnya hewan nokturnal yang aktif pada malam hari akan tertipu oleh gelap akibat matahari tertutup sempurna oleh bulan. Sehingga saat itu kelelawar akan keluar karena mengira sudah malam.
Namun penelitian kelelawar di Sulawesi akan punya keistimewaan tersendiri. Menurut Sigit banyak kelelawar di Sulawesi adalah spesies endemik pulau itu sehingga tak ditemukan di tempat lain.
Ada dua titik pengamatan kelelawar saat gerhana nanti, yani di Desa Tomoli, Sulawesi Tengah dan Pulau Plum, Maba, Maluku Utara. (Baca juga: 9 Titik Penelitian Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016).
Selain peneliti, masyarakat umum juga bisa mengamati perubahan perilaku hewan saat gerhana. Beberapa hewan yang terpengaruh kegelapan sementaar akibat gerhana itu mulai dari serangga seperti lebah dan jangkrik, hingga domba yang berhenti merumput karena mengira sudah malam.
(Baca juga: Dari Jangkrik Hingga Lebah, Begini Perilaku Hewan Saat Gerhana Matahari Total) (okt/fdn)











































