Penggerebekan dilakukan di lokasi pada Jumat (19/2016) malam. Operasi cepat dengan sasaran terduga pelaku teror itu terjadi di Perumahan Green Hills Blok Kamboja, satu rumah di Griya Permata Alam Blok JM-7 milik ARW (41), dan sebuah rumah kontrakan persis di belakang Balai Desa Ngijo.
Lokasinya berdekatan kesemuanya berderet di Jalan Raya Ngijo. Begitu juga saat penangkapan beberapa pelaku teror dari dalam mobil Xenia oleh anggota Densus 88.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prayitno tidak mengetahui pasti perihal penangkapan tersebut. Karena itu, dirinya tidak dapat memberikan penjelasan secara gamblang.
Terpisah, Kepala Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Sugianto mengatakan, lokasi rumah yang berada di kawasan Green Hills Residence tidak ada penghuninya.
"Rumah disitu, katanya Blok Kamboja itu kosong," katanya singkat ditemui di depan pintu masuk perumahan.
Sementara Sukri Ketua RT01/RW04 berada tepat di belakang Balaidesa Ngijo membenarkan salah satu rumah warganya didatangi polisi. "Cari yang tinggal di belakang itu. Saya tidak kenal, meski sudah enam bulan tinggalnya," ujarnya ditemui di rumahnya.
Menurut Sukri, orang mengontrak di rumah Suyanto itu sangat tertutup, yang tinggal bersama istri dan kedua anaknya. "Tidak pernah berkumpul dengan warga, dulu sering banyak orang datang, seperti pengajian. Kata orang-orang dia berasal dari Perumahan Green Hills," beber Sukri. (dnu/dnu)











































