Usul Ada Keppres, Ahok: Ada Kendala Pembangunan Jalur Busway Koridor 13

Usul Ada Keppres, Ahok: Ada Kendala Pembangunan Jalur Busway Koridor 13

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Jumat, 19 Feb 2016 17:39 WIB
Usul Ada Keppres, Ahok: Ada Kendala Pembangunan Jalur Busway Koridor 13
Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Jakarta - Pemprov DKI saat ini tengah membangun jalur layang busway untuk Koridor 13 (Blok M-Ciledug). Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menemui sedikit kendala dalam pembangunan jalur Trans Jakarta sepanjang 9,3 kilometer yang melayani rute Ciledug, Tangerang, Banten menuju Jalan Tendean, Jakarta Selatan.

Ahok menawarkan seluruh proyek pembangunan jalur layang tersebut dikerjakan sepenuhnya oleh Pemprov DKI. Akan tetapi belakangan, tujuan akhirΒ  rute tersebut diketahui masuk ke wilayah Provinsi Banten.

"Ternyata jalan yang mau kita lewati bukan milik Kota Tangerang, tapi milik Provinsi Banten. Jadi urusannya dengan Gubernur (Gubernur Banten Rano Karno). Ini lagi kita urus," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditargetkan pembangunan jalur layang itu bisa rampung pada Oktober 2017 mendatang. Namun dikarenakan rute ini merupakan proyek antar wilayah, yakni Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten maka Ahok harus memastikan pembangunan jalur khusus busway tersebut harus dilakukan oleh satu kontraktor.

Sebab apabila harus menunjuk kontraktor lain lagi melalui proses lelang untuk lanjutan jalur busway di Banten, maka bisa jadi memakan waktu lebih lama. Oleh karena itu, Ahok berwacana untuk meminta Presiden Jokowi mengeluarkan Keppres agar bisa menunjuk satu kontraktor dengan metode Private Public Partnership (PPP) baik dari BUMN maupun BUMD, seperti pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT).

Sementara itu, dalam APBD DKI kerjasama kemitraan dibangun antara Pemprov DKI dengan Pemkot Tangerang Selatan. Setiap tahunnya Pemprov DKI memberi sejumlah hibah untuk daerah sekitar untuk pembangunan. Sebab itu, Ahok terlebih dulu harus bekerjasama dengan Pemprov Banten agar dapat menyelesaikan rute Koridor 13.

"Targetnya kan Oktober 2017 (selesai), kalau kita bangun 2017 (yang di wilayah Banten), mana mungkin multiyears (tahun jamak) juga. Apa cuma jadi setengah? Kita lagi berpikir, pakai Keppres yang menunjuk BUMN atau BUMD yang membangun dengan PPP. Sudah dapat itu, baru kita beli balik," sambungnya.

Ahok memastikan proyek tersebut sepenuhnya dikerjakan menggunakan APBD DKI. Namun setelah rampung, Ahok menyerahkan jalur busway itu kepada Pemkot Tangerang Selatan. Tujuannya, memudahkan mobilisasi warga Tangerang yang bekerja di Jakarta.

"DKI yang bangun untuk kemudian diserahkan ke (Pemkot) Tangerang. Jadi Tangerang minta ke provinsi agar jalan ini diserahkan ke mereka saja," kata Ahok.

"Pokoknya kita bikin enak lah, jadi orang naik (TransJ). Saya harap orang Tangerang ke jakarta cuma bayar Rp 3.500 harganya busway saja. Jadi enak kan hemat biaya. Kita juga inginnya itu (jalur) khusus Trans Jakarta," imbuh dia.

Bus Koridor 13 ini juga diperuntukkan mengganti rute-rute APTB. Sehingga, rute TransJ bisa 'diperpanjang' sampai ke Tangerang, Bekasi, Bogor dan Ciawi. Bahkan terbaru, Ahok pun berencana membangun jalur TransJakarta hingga Cianjur, Jawa Barat. (aws/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads