Emen Sujud Syukur dengar Eva yang Disandera di Malaysia Diselamatkan KJRI Kuching

Emen Sujud Syukur dengar Eva yang Disandera di Malaysia Diselamatkan KJRI Kuching

Syahdan Alamsyah, - detikNews
Jumat, 19 Feb 2016 14:42 WIB
Emen Sujud Syukur dengar Eva yang Disandera di Malaysia Diselamatkan KJRI Kuching
Foto: dok.Kemlu/ Eva yang diselamatkan KJRI Malaysia
Sukabumi - Emen (43), ibunda Eva Siti Nurhalimah (20) mengaku sudah menerima kabar jika putri bungsunya itu telah berada di KJRI Kuching, Malaysia pada Kamis (18/2) sore. Menurut Hendi (38) salah seorang kerabat, perempuan paruhbaya itu sempat menangis dan sujud syukur usai mendengar kabar membahagiakan itu.

"Sudah dikabari oleh pihak KJRI, katanya sudah ada di penampungan, cuma sampai saat ini keluarga belum mengetahui tekhnis pemulangan Eva ke Sukabumi," kata Hendi kepada detikcom, sekira pukul 13.30 WIB, Jumat (19/2/2016).

(Baca juga: KJRI Kuching Selamatkan Eva, Gadis Sukabumi yang Sempat 'Disandera' di Malaysia)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hendi, keluarganya awalnya sempat putus asa karena harus membayar uang Rp 15 Juta untuk kepulangan Eva sebagai ganti rugi kontrak kerja. Hendi juga mengaku jika dirinya bersama Emen mendatangi pihak Kecamatan hingga Dinas Sosial namun saat itu respon yang diberikan sangat lambat.

"Akhirnya saya minta bantuan ke temen-temen media, dan Alhamdulillah saya berterimakasih juga dengan respons cepat yang diberikan pemerintah dalam hal ini KJRI di Kuching karena Eva katanya sudah berada di tempat yang aman," imbuhnya.

Hendi mengaku prihatin mendengar cerita Eva yang dipaksa bekerja dari pukul 04.00 pagi sampai pukul 21.00. "Sudah tidak manusiawi kalau begitu mah, makanya Bu Emen juga akan melarang dia lagi kalau mau kerja mending nyari di sini saja, nggak usah jauh-jauh lagi begitu," tandas Hendi.

Eva adalah siswi lulusan salah satu SMK Negeri di Sukabumi. Ia berangkat ke Malaysia melalui seorang pria yang mengaku sebagai jasa penyalur tenaga kerja berinisial D. Namun bukannya mendapat pekerjaan layak, Eva malah menjadi korban perdagangan manusia.

Seperti diberitakan KJRI Kuching, Malaysia merespons pemberitaan di detikcom terkait remaja asal Sukabumi yang tak bisa pulang karena orangtuanya diminta membayar Rp 15 juta. Eva dahulu berangkat ke Malaysia sebagai TKW, namun kemudian diperlakukan tak pantas majikannya, bekerja sangat berat. (dra/dra)


Berita Terkait