Indonesia-Malaysia Jajaki Kerjasama Transmigrasi di Perbatasan

Indonesia-Malaysia Jajaki Kerjasama Transmigrasi di Perbatasan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 19 Feb 2016 10:06 WIB
Indonesia-Malaysia Jajaki Kerjasama Transmigrasi di Perbatasan
Perbatasan Indonesia-Malaysia di Nunukan (Foto: Yulida Medistiara)
Jakarta - Duta Besar (Dubes) Malaysia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, mengunjungi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, guna membahas kerjasama perbatasan Indonesia-Malaysia. Dalam kunjungan itu, Menteri Marwan menyampaikan beberapa program Kementerian Desa di wilayah perbatasan. Program yang digulirkan di antaranya adalah sawit dan transmigrasi.

Menurutnya, Dubes Malaysia mengajak kerjasama bidang transmigrasi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Saat ini, ada 619 kawasan transmigrasi yang dahulu menjadi kementerian tersendiri.

"Dubes Malaysia ajak kerjasama transmigrasi di perbatasan. Hal itu sebagai salah satu point dari hasil pertemuan yang dilakukan, setelah saya memaparkan program kerja Kementerian Desa," kata Marwan, melalui rilisnya, Jakarta, Jumat (19/2/2016).

Menteri Marwan juga menyampaikan, awal Maret nanti akan berkunjung ke Malaysia untuk menghadiri acara yang digelar oleh Food and Agriculture Organization (FAO). Hal itu sebagai langkah awal menjalin kerjasama dengan Malaysia.

Dalam kesempatan yang sama, Dubes Malaysia Datuk Hasyim menyampaikan hal yang sama. Ia mengajak politikus PKB itu kerjasama dalam rangka membangun wilayah perbatasan.

"Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia, banyak hal bisa dilakukan kerjasama, di antaranya perdagangan, pertanian dan lainnya," kata Datuk Hasyim.

Dalam pertemuan itu, Datuk Hasyim menceritakan bahwa ia berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. "Malaysia dan Indonesia adalah satu rumpun," tuturnya.

Saat ini, ada 2 juta orang Indonesia yang tinggal di Malaysia. Di wilayah Sabah sendiri, ada 25.000 lebih warga Indonesia yang tinggal di wilayah itu. Mereka berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Beberapa waktu lalu, muncul Indonesia Community Center (ICC), sekolah rintisan bagi anak-anak TKI di Johor Bahru. Kepada siswa, salah satu pelajaran yang diwajibkan adalah belajar Bahasa Indonesia. (fiq/rvk)


Berita Terkait