Dua Peristiwa Langka Ini Terjadi Saat Gerhana Matahari Total 1962

Gerhana Matahari Total di Indonesia

Dua Peristiwa Langka Ini Terjadi Saat Gerhana Matahari Total 1962

Okta Wiguna - detikNews
Jumat, 19 Feb 2016 09:15 WIB
Dua Peristiwa Langka Ini Terjadi Saat Gerhana Matahari Total 1962
Foto: ilustrasi oleh Bagus S Nugroho
Jakarta - Ada dua fenomena astronomi langka yang terjadi berbarengan saat gerhana matahari total melintasi Indonesia pada 1962. Pertama tentunya gerhana matahari total itu sendiri yang terjadi pada 5 Februari 1962.

Fenomena langka kedua, menurut Ketua Bagian Astronomi Institut Teknologi Bandung saat itu, Dr. The Pik Sin, adalah enam planet berkonjungsi. The Pik Sin menjelaskan, saat terjadi gerhana enam planet berada hampir satu garis lurus yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Saturnus, dan Jupiter.

Jadi secara keseluruhan ada delapan benda langit yang berada dalam posisi satu garis, yakni enam planet ditambah matahari dan bulan. "Di daerah-daerah di mana terjadi gerhana total, kita dapat menyaksikan dengan mata telanjang planet-planet bergerak seolah menghampiri atau menjauhi matahari," kata The Pik Sin seperti dikutip Harian Rakjat (5/2/1962).

Gerhana 1962 melintasi Samarinda, Sulawesi Tengah, Maluku, Seram, dan Papua. Pulau Jawa hanya bisa melihat gerhana sebagian.

Astronom ITB Djoni N. Dawanas dalam buku Gerhana Matahari Total mengatakan, pada 1962 Maluku dan sebagian Papua memang dilewati gerhana. Namun pusat gerhana, saat matahari tepat di atas kepala, berada di Samudera Pasifik.

"Jadi gerhana matahari di Indonesia terjadi pada pagi hari," ujarnya. "Karena itu pemburu gerhana tidak tertarik datang ke Indonesia."

Astronom dan pemburu gerhana memang mencari lokasi ketika matahari sudah tinggi. Karena itu peneliti dari Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Swiss memilih tempat obervasi di Lae, Irian Timur, yang sekarang masuk wilayah Papua Nugini.

Gerhana matahari total 1962 ini juga diwarnai berbagai takhayul dan mitos. Ada yang mengaitkannya dengan akan jatuhnya Presiden Sukarno. Ada pula yang meramalkan akan jadi bencana besar di seluruh dunia.

(Baca juga: Gerhana 1962 Dianggap Tanda Kejatuhan Presiden Sukarno)

"Kita sama sekali tak perlu mempercayainya," kata The Pik Sin. "Lebih baik kita memusatkan pikiran dan tenaga kita untuk hal-hal yang lebih bermanfaat."


(okt/fdn)


Berita Terkait