Amirudin ditangkap pada Rabu (17/2) sekitar pukul 21.00 WIB, beberapa saat setelah menodong korban bernama Joko (22) dan pacarnya Sapnah (20) dengan balok.
"Saat itu datang lima orang pemuda yang salah satunya membawa balok sambil berkata 'jangan macam-macam kita penguasa BKT'," ujar Kapolsek Cakung Komisaris Armunantho Hutahaen kepada detikcom, Kamis (18/2/2016).
Sambil mengintimidasi korban, para pelaku memaksa korban untuk memberikan uang. Korban kemudian menyerahkan uang Rp 50 ribu.
"Namun para pelaku meminta ditambah dan mengancam akan membawa korban bersama teman wanitanya ke Kaptenya," lanjut Anto.
Tidak berapa lama kemudian, datang pelaku Amirudin yang mengaku sebagai 'kapten'. Amirudin kemudian menggeledah badan korban seraya mengancamnya.
"Pelaku mengatakan 'jangan macam-macam, saya penguasa BKT nanti saya bawa ke pos," imbuhnya.
Lantaran takut, korban pun menyerahkan dompetnya yang berisi uang Rp 150 ribu. Setelah itu, para pelaku melarikan diri dan korban berteriak meminta pertolongan.
Di saat bersamaan, datang tim Buser Polsek Cakung yang sedang patroli di lokasi. Polisi mengejar keenam pelaku, namun hanya Amirudin yang berhasil ditangkap. (mei/fdn)











































