Saat menyebut singkatan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT), JK menyebutnya dengan LBGT. Menurutnya, pemahaman terkait LGBT ini bisa dilakukan melalui kegiatan di masjid-masjid.
"Hari ini banyak orang membicarakan tentang LBGT atau apapun itu, maka perlu kita juga memberi pemahaman kepada masyarakat kita. Ini toleransi sosial. Bagaimana itu tidak timbul di masyarakat kita," jelas JK di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, JK menganggap konflik-konflik yang timbul di masyarakat juga bisa diselesaikan dengan dialog di masjid-masjid.
"Jika akhir-akhir ini kita dihadapkan dengan konflik-konflik di masyarakat. Itu harus dipadamkan di masjid," ujarnya.
JK juga membahas hal lain terkait keberadaan masjid di Indonesia. Menurutnya, hanya di Indonesia dan Pakistan di mana masjid mayoritas didirikan dan diurus oleh masyarakat, bukan pemerintah.
"Di dunia ini hanya ada dua negara yang mempunyai masjid seperti di Indonesia. Di mana masjid itu sebagian besar dibangun oleh masyarakat, 99 persen dibangun dan dibina oleh masyarakat. Hanya dua, yaitu Indonesia dan Pakistan," terangnya. (rna/rvk)










































