"Jadi orang kan mikirnya mistis. Wah Ini pemerintahan akan jatuh," kata Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad soal mitos gerhana yang didengarnya ketika kecil. "Terus dikaitkan dengan kejatuhan Sukarno. Itu tahun 1962."
Ternyata jabatan Sukarno sama sekali tak terpengaruh oleh gerhana. Ia masih menjabat presiden hingga 1967.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar bencana itu antara lain datang dari India di mana selama berminggu-minggu anak tidak sekolah dan karyawan tak bekerja. Persediaan bahan makanan seperti beras pun menjadi "sesajen" yang dibakar demi mencegah datangnya bencana.
Ketua Bagian Astronomi Institut Teknologi Bandung Dr. The Pik Sin ketika itu meluruskan kabar yang mengaitkan gerhana matahari total dengan bencana. "Kita sama sekali tak perlu mempercayainya," ujarnya. "Lebih baik kita memusatkan pikiran dan tenaga kita untuk hal-hal yang lebih bermanfaat."
Gerhana matahari total 1962 melintasi Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, Seram, dan Papua, lalu bergerak ke Samudera Pasifik. Pulau Jawa hanya bisa melihat gerhana sebagian.
Tahun ini gerhana matahari total kembali ke Indonesia pada 9 Maret 2016. "Jika dulu banyak dihubungkan dengan mitos atau takhayul, sekarang kan semua bisa terbuka, segala sesuatunya bisa dijelaskan secara ilmiah," kata Hamid Muhammad (okt/okt)











































