SBY Merasa Dikambinghitamkan, Darmin: Saya Tidak Mengkritik

SBY Merasa Dikambinghitamkan, Darmin: Saya Tidak Mengkritik

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Kamis, 18 Feb 2016 16:12 WIB
SBY Merasa Dikambinghitamkan, Darmin: Saya Tidak Mengkritik
Foto: agung pambudhy
Jakarta - Pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution yang mengungkit pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Raker Kementerian Perindustrian berbuntut panjang. Darmin menjelaskan ia sama sekali tak bermaksud untuk menyinggung atau mengkritik SBY.

"Saya hanya bisa mengatakan begini, saya tidak mengkritik. Saya hanya menjelaskan perkembangan industri kita dan ekonomi kita," kata Darmin usai rapat di kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2016).

Darmin menyatakan ia tak bermaksud mengkritik atau mengkambinghitamkan SBY. Dia menjelaskan bahwa dalam Raker tersebut, dia hanya memberi referensi perkembangan ekonomi dan industri, mulai dari orde baru hingga pemerintahan SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada referensi periode orba, referensi periode Pak SBY dan sebagainya. Normal saja itu, fakta-fakta saja. Saya itu menjelaskan (perkembangan industri), saya tidak merasa perlu menjelaskan karena saya tidak merasa mengkritik," sambung pria yang menjabat sebagai Dirjen Pajak di pemerintahan SBY jilid I.

Sebelumnya, dalam Raker Kementerian Perindustrian Rabu (16/2), Darmin menyatakan pemerintahan lalu lambat mendorong perkembangan industri pertambangan.

"Pemerintahan SBY agak terlambat mengenforce dan baru dimulai saat pemerintahan terakhir sehingga momentumnya pada saat ekonomi dunia melambat dan buat komplikasi. Yang namanya hasil smelter, itu memerlukan ekonomi dunia yang sedang naik," ucap Darmin dalam Raker Kementerian Perindustrian.

Atas pernyataan tersebut, SBY pun merespon melalui akun twitternya. @SBYudhoyono. Ia merasa pemerintah saat ini kerap menyalahkan berbagai masalah yang muncul sekarang pada pemerintahannya.

"Hingga saat ini, 'SBY & Pemerintahan SBY' masih sering dikambinghitamkan & disalahkan oleh pihak yg tengah berkuasa," kicau SBY, Kamis (18/2) pukul 09.50 WIB. (mnb/tor)


Berita Terkait