Mobil itu melintas di Jl TB Simatupang arah Ragunan, Kamis (18/2/2016) sekitar pukul 09.00 WIB.
Ada sekitar delapan orang di atas mobil pikap tua itu. Beberapa ibu-ibu mengenakan caping, sementara bapak-bapak mengenakan topi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena penampilan mobil dan penumpang yang nyentrik, mobil ini jadi tontonan di jalan. Mungkin terasa aneh melihat atraksi di atas pikap tua ini.
Memang tidak ada tempat untuk mereka duduk, hanya ada bak kayu tempat mereka bersila. Di dalam bak itu tertata barang-barang dalam tenggok (semacam wadah dari anyaman bambu). Entah apa isinya, tapi tampak penuh dan ditutupi kain-kain. Ngeri juga membayangkan tiba-tiba mobil ini ngerem mendadak di tengah kemacetan Jakarta.
Namun nyatanya pikap tua ini melenggang santai membelah kemacetan Jakarta. Tidak ada aparat yang terlihat di sepanjang jalan untuk mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara.
Selain kerap terlihat dijadikan angkutan pedesaan, kendaraan semacam ini memang masih sering terlihat di kawasan Pasar Minggu di Jakarta Selatan, maupun Pasar Kramat Jati di Jakarta Timur. Namun munculnya kendaraan yang sering mengangkut ikan dan sayur ini biasanya sekitar pukul 02.00 WIB sampai menjelang subuh.
Pada pagi harinya biasanya sudah ada petugas Satpol PP yang menertibkan pedagang agar meninggalkan lokasi dagang yang terletak di pinggir jalan.
Lalu kenapa kendaraan ini bisa melintas di jalan protokol Jakarta pada siang hari, apakah tidak membahayakan? (van/nrl)











































