"Korban ini yang dulu tertembak waktu mau menyergap bandar narkotika di Koja. Kami mendapat informasi yang bersangkutan meninggal dunia di RSCM pagi tadi sekitar jam 09.00," ujar Kapolres Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (18/2/2016).
Korban mengembuskan nafas terakhir setelah satu bulan dirawat. Sebelumnya korban sempat dibawa ke RS Koja lalu dirujuk ke rumah sakit di Jakarta Barat sampai akhirnya dibawa ke RSCM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban ditembak oleh bandar narkoba bernama Faisal di sebuah rumah di Jalan Bugis, Koja, Jakarta Utara, pada Selasa (18/1) dini hari. Saat itu, korban bersama Iptu Supriyatin hendak menggerebek rumah sang bandar.
Ketika itu, keduanya membawa seorang pengedar narkoba yang kemudian menunjuk ke bandar. Pada saat hendak menyergap, tiba-tiba pelaku mengeluarkan tembakan beberapa kali ke arah keduanya.
Tidak lama setelah ada baku tembak, polisi menyergap Faisal di rumahnya. Faisal yang kehabisan peluru kemudian tiarap menyerahkan diri sambil melempar senjata api miliknya.
(Baca juga: Kehabisan Peluru Usai Tembak Polisi, Bandar Sabu ini Menyerahkan Diri)
Polisi menyita sejumlah barang bukti di lokasi, dengan rincian yakni 20 paket sabu, 19 butir peluru kaliber 38, 2 butir peluru kaliber 9, 6 selongsong leluru kaliber 38, 10 selongsong peluru kaliber 9, sepucuk airsoft gun jenis S&W. Sebuah granat nanas aktif, satu buah dekoder, 1 unit handphone Samsung, 3 proyektil peluru dan cross bow (pelontar panah). (mei/hri)










































