"Setelah reformasi 1998 kini siapapun bisa menjadiย (pejabat) apapun," kata Zulkifli saat membuka Ekspos 8 tahun Nur Alam-Saleh Lasata (Nusa) membangun Sulawesi Tenggara di Kendari, Kamis (18/2/2016).
Zulkifli mencontohkan, dia yang berasal dari sebuah dusun di Sumatera Selatan tak pernah terpikir bisa menjadi menteri dan Ketua MPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkifli sebelum menjadi Ketua MPR pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN di DPR.
Semua perkembangan demokrasi itu, kata Zulkifli, adalah buah dari reformasi. "Ini semua perlu kita syukuri bersama," kata Zulkifli.
Namun Zulkifli mengingatkan bahwa saat ini jiwa persaudaraan dan roh kebangsaan sedikit demi sedikit sudah mulai pudar. Sehingga, kata dia, perlu kepedulian semua pihak untuk kembali mengajarkan wawasan kebangsaan.
Menurut Zulkifli sudah semestinya pengajaran soal wawasan kebangsaan tak lagi hanya menjadi tugas MPR. Pemerintah daerah sampai pusat perlu dilibatkan dalam pengajaran wawasan kebangsaan. (erd/tor)











































