Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan bahwa pernyataan Menko Perekonomian Darmin Nasution yang menyinggung soal kinerja pemerintahan SBY bukan bermaksud untuk menyalahkan. Tetapi hanya bicara soal asumsi.
"Tidak (mengkambinghitamkan). Pak Darmin itu ekonom. Jadi pendapatnya kan assuming, ilmu ekonomi ajarkan metode alternatif," kata Hendrawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak boleh menyalahkan masa lalu. Tidak boleh kambing hitamkan masa lalu," ungkap anggota Komisi XI DPR ini.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution melempar pernyataan panas soal kinerja Pemerintahan SBY. Darmin menyebut Pemerintahan lalu lambat mendorong perkembangan industri pertambangan.
"Pemerintah SBY agak terlambat meng-enforce dan baru dimulai saat pemerintahan terakhir, sehingga momentumnya pada saat ekonomi dunia melambat dan buat komplikasi. Yang namanya hasil smelter, itu memerlukan ekonomi dunia yang sedang naik," katanya saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perindustrian, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/2/2016).
SBY pun merasa pemerintah yang berkuasa sekarang kerap menyalahkan berbagai masalah yang muncul saat ini ke Pemerintahannya. Pejabat yang melempar pernyataan menyalahkan adalah mereka yang pernah bertugas bersama SBY di Pemerintahan yang lalu.
"Hingga saat ini, "SBY & Pemerintahan SBY" masih sering dikambinghitamkan & disalahkan oleh pihak yg tengah berkuasa," kicau SBY lewat akun twitter @SBYudhoyono yang dikutip detikcom, Kamis (18/2/2016) pukul 09.50 WIB. (imk/tor)











































