Demo Sikapi Ambalat, Mahasiswa Ambon Bawa 'Senapan' & 'Rudal'
Kamis, 10 Mar 2005 10:09 WIB
Ambon - Demo menyikapi sengketa RI-Malaysia atas blok Ambalat, Laut Sulawesi, kembali berlangsung. Sekitar 200-an mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ambon menggelar demo untuk mendukung pemerintah dalam menegakkan NKRI.Massa, yang menggelar aksinya di depan kantor Gubernur Maluku, Jl. Patimura, Ambon, Kamis (10/3/2005), tampak melengkapi diri dengan 'peralatan tempur'. Mereka membawa senjata api dan rudal mainan yang terbuat dari kayu serta mengenakan ikat kepala merah putih.Sementara massa berorasi, meneriakkan yel-yel "Merdeka" dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan, ada perwakilan mahasiswa yang diterima Wakil Gubernur Maluku Mohammad Abdullah Latucontina. Dalam pertemuan itu mahasiswa menyampaikan delapan butir tuntutan kepada pemerintah. Tuntutan ini disampaikan ke Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, dan ditembuskan ke Presiden, Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, dan Panglima TNI.Mahasiswa mendesak pemerintah pusat agar lebih serius menangani konflik perbatasan di Ambalat. Kedua, pemerintah pusat harus melakukan pemutusan hubungan diplomatik dengan Malaysia. Kemudian meminta TNI/Polri menyelesaikan daerah perbatasan dengan cara militer.Massa juga meminta kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia agar tidak menggunakan produk Malaysia. Dan mendesak pemerintah Malaysia untuk segera menarik kekuatan militernya di daerah perbatasan.Sebelumnya massa menggelar aksinya di DPRD Provinsi Maluku, Jl. Inatuni, Karangpanjang, Ambon. Mereka mendesak DPRD Maluku untuk membuat pernyataan sikap kepada DPR RI terkait persoalan perbatasan Ambalat.Lima orang perwakilan mahasiswa diterima Wakil Ketua DPRD Sudarmo MP guna menyampaikan tuntutannya. Kemudian Sudarmo, atas nama DPRD Maluku, menyatakan akan melakukan rapat dengan seluruh anggota DPRD guna membahas tuntutan mahasiswa.
(gtp/)











































