Saat memberikan sambutan, Irman memperkenalkan sejumlah orang rantau asal Sumbar. Seperti anggota DPD Ema Yohana dan Nofi Candra. Juga Fahmi Idris, mantan Menteri Keuangan.
"Pak Fahmi ini kalau bicara soal Sumbar, beliau paling depan," kata Irman di hadapan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, 12 kepala daerah yang dilantik, dan ratusan tamu undangan, Rabu (17/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelantikan 12 kepala daerah di Sumbar, Rabu (17/2/2016). Foto: Triono WS-detikcom |
Irman meminta gubernur dan 12 kepala daerah bersinergi dengan orang rantau. Sebab, orang rantau juga ingin memajukan daerah. Sementara daerah butuh dukungan dari pihak luar.
"Sumbar ini potensial, tapi kalau tidak digarap ya tidak jadi apa-apa. Pariwisata, kuliner, dan ekonomi misalnya, kalau bisa digenjot, Sumbar bisa jadi destinasi luar biasa," kata Irman.
Irman juga meminta kepala daerah siap menghadapi MEA. "Pelantikan ini momennya pas. MEA sudah di depan mata, daerah harus siap. Daerah di garda depan terkait MEA. Siapa cepat dia dapat," ungkapnya.
Jika Sumbar bisa memanfaatkan potensi, lanjut Irman, tidak mustahil akan menjadi provinsi terkemuka di luar Jawa. Apalagi jika Sumbar sukses menghadapi MEA, sehingga bisa bersaing di dunia global.
Usai pelantikan Irman Gusman dijadwalkan meninjau bencana banjir di Kabupaten Limapuluh Kota dan menyerahkan bantuan. Dia berbagi tugas dengan 2 anggota DPD yang ikut pelantikan 12 kepala daerah di Sumbar. (trw/fdn)











































Pelantikan 12 kepala daerah di Sumbar, Rabu (17/2/2016). Foto: Triono WS-detikcom