"Kita tanya saat hari H. Iya itu (Dita mabuk atau tidak) ditanyakan. Tapi hasilnya rahasia," kata anggota MKD Risa Mariska di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2016).
Di Camden Bar, MKD bertemu dengan manajernya. Sementara di RS Aini, Kuningan, Jaksel, MKD tidak bertemu dengan dokter yang merawat Dita, melainkan hanya seorang manajer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risa menuturkan bahwa bisa saja dokter yang merawat Dita nanti diundang ke sidang MKD. Tetapi, hal-hal itu masih harus melewati banyak proses.
"Kedokteran kan juga punya kode etik, tidak bisa sembarang informasi diberi," ucap Risa.
Informasi yang dimiliki oleh MKD ini nantinya akan dibahas bersama ketika koordinasi dengan Bareskrim Polri. Termasuk informasi soal apakah Dita mabuk atau tidak.
"Jadwal koordinasinya (dengan Bareskrim Polri) tergantung pimpinan," ujarnya.
Bareskrim Mabes Polri sebelumnya menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik, polisi menemukan fakta bahwa pada saat kejadian Dita tidak dalam kondisi mabuk.
"Informasi dari penyidik yang bersangkutan memang tidak dalam keadaan mabuk. Informasinya dari penyidik seperti itu," ujar Kepala Bagian Evaluasi dan Analisa Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol Hadi Ramdhani saat dihubungi detikcom, Rabu (17/2/2016). (imk/tor)











































