Gelar Apel Bersama, TNI Ingatkan Ancaman ISIS di Indonesia

Gelar Apel Bersama, TNI Ingatkan Ancaman ISIS di Indonesia

Hardani Triyoga - detikNews
Rabu, 17 Feb 2016 11:39 WIB
Gelar Apel Bersama, TNI Ingatkan Ancaman ISIS di Indonesia
Foto: Hardani/detikcom
Jakarta - TNI, Polri, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar upacara apel bersama terkait persiapan menghadapi acara Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam (OKI) sampai antisipasi banjir. Dalam instruksinya sebagai inspektur upacara, Panglima Komando Operasional (Pangko Ops) I TNI AU Marsda Yuyu Sutisna menitik beratkan dalam beberapa persoalan.

Selain banjir, ditekankan kewaspadaan terhadap ajaran ISIS sampai Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

"Teror bom perlu mendapat perhatian serius dari aparat. Ini penting berkembangnya ISIS, karena perkembangan paham radikal ini sampai ke daerah. Paham kedaulatan karena ideologi ISIS, selain itu juga muncul gerakan keagamaan yaitu mengatasnamakan Gerakan Fajar Nusantara, yang mengkhawatirkan karena mengajari ajaran berbeda dengan mayoritas," ujar Yuyu di lapangan Jayakarta, Kodam Jaya, Jakarta, Rabu (17/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, terkait bahaya narkoba yang dinilai sudah meluas. Ia memperingatkan kepada aparat termasuk TNI untuk bisa tak terlibat dalam persoalan ini. Pasalnya, penggunaan narkoba di Indonesia sudah memprihatinkan.

"Penggunaan narkoba tentunya memprihatinkan, saya mengimbau, agar melakukan upaya serius. Termasuk aparat agar tak terlibat karena dampaknya ini sangat fatal, bahkan menjadi potensi ancaman," sebutnya.

Lantas, dalam apel kali ini diharapkan koordinasi antar institusi lebih baik dalam memelihara ketertiban di Jakarta. Bila dilakukan koordinasi dan komunikasi secara baik maka akan membangun soliditas.

"Aksi kepedulian bersama ini bagaimana keterpaduan, komunikasi, antara aparat dan institusi segenap guna membangun soliditas TNI, Polri, serta aparat dalam menjaga ketertiban dan berlangsungnya pembangunan nasional," tutur jenderal bintang dua itu.

Terkait antisipasi banjir, diingatkan bahwa sampai Maret akan terjadi musim hujan yang berpotensi banjir di Jakarta. Hal ini menyesuaikan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dia berharap dengan perbaikan yang sudah dilakukan mulai perbaikan drainase sampai pembuatan resapan membantu dampak banjir.

"Saat ini sebagian wilayah musim pernghujan, yang mengakibatkan beberapa wilayah banjir. Maka dalam rangka menanggulangi banjir sudah disiapkan perbaikan drainase, tanggul, dan resapan air," tuturnya.

Dia menekankan prajurit TNI siap dikerahkan untuk membantu penanganan banjir seperti perbaikan aliran sungai.

"Terhadap masalah lingkungan agar lebih aktif menjaga aliran sungai, satuan TNI yang siap dikerahkan terhadap daerah yang terkena dampak banjir," ujarnya.

(hty/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads