Perang Dingin Novanto Vs Ade Komarudin

Perang Dingin Novanto Vs Ade Komarudin

Ahmad Toriq - detikNews
Rabu, 17 Feb 2016 10:21 WIB
Perang Dingin Novanto Vs Ade Komarudin
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono kini sudah 'gencatan senjata' demi persatuan Golkar. Namun sepertinya ada dua kubu lain yang bersiap mengangkat senjata, kubu Setya Novanto dan Ade Komarudin (Akom) yang seolah terlibat perang dingin di DPR.

Perang dingin kedua kubu sebenarnya sudah terendus sejak Novanto, yang masih menjabat Ketua DPR, terlilit kasus 'Papa Minta Saham' di MKD. Bambang Soesatyo yang merupakan loyalis Akom, meski dibungkus pembelaan, kerap melontarkan sindiran untuk Novanto.

Setelah Novanto dan Akom bertukar posisi Ketua DPR dan Ketua Fraksi Golkar, perang dingin itu masuk babak baru. Novanto langsung melakukan perombakan besar-besaran di Fraksi Golkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para loyalis Akom, yang tergabung dalam ormas SOKSI, digeser dari posisinya dan diganti dengan loyalis-loyalis Novanto. Kahar Muzakir diberi kursi Ketua Badan Anggaran DPR menggantikan Ahmadi Noor Supit yang merupakan wakil Akom di Dewan Pimpinan SOKSi, sementara Aziz Syamsuddin diberi posisi Sekretaris Fraksi Golkar yang sebelumnya diduduki Bambang Soesatyo, yang merupakan kader SOKSI.

Foto: Lamhot Aritonang

Bambang dan Supit sempat bersuara keras soal pergeseran itu. Namun kemudian suara-suara keras itu mulai jarang terdengar, apalagi setelah Bambang diberi kursi Ketua Komisi III DPR.

Namun kini perang dingin kedua kubu sepertinya memasuki babak baru lagi. Senin 15 Februari lalu, Novanto menggelar acara HUT Fraksi Golkar DPR di ruang Sekretariat Fraksi Golkar Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta. Dalam acara itu, Akom dan Bamsoet tak datang.

Ketidakhadiran keduanya bahkan disindir oleh Bendum Fraksi Golkar Robert Joppy Kardinal. Robert menyebut Akom, dan juga Mahyudin yang tak datang, sibuk kampanye.

"Saya sangat menyayangkan. Ini hari ulang tahun untuk kebersamaan kita. Tapi mungkin ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan ya. Seharusnya tunjukkan kekompakan kita. Mahyudin dan Akom kan anggota fraksi. Mungkin juga. Mungkin lagi sibuk kampanye ke daerah," ujar Robert, Senin (15/2) lalu.

Foto: Lamhot Aritonang

Setelah dikonfirmasi ke Akom, ternyata, Ketua DPR itu tak diundang oleh Novanto. Akom pun protes.

"Kalau dapat undangan, saya nggak mungkin juga (tak datang), kebetulan nggak dapat undangan juga," kata Akom sesaat sebelum meninggalkan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (16/2) kemarin.

"Saya enggak dapat undangan, saya tadi baru protes kepada kepala seketariat," imbuhnya.

Akom mengungkap bukan hanya dirinya yang tak diundang. Bambang Soesatyo yang saat itu ada di DPR, juga tak diundang.

"Saya nggak dapat undangan, saya cek dadakan itu, dari kepala sekretariat (bilang) dadakan. Bambang ada di sini tapi enggak ada undangan juga," ujar Akom.

Belum ada penjelasan dari kubu Novanto soal tak diundangnya Akom dan Bamsoet. Namun tak adanya undangan untuk Akom dan Bamsoet jelas menunjukkan ada masalah di antara dua kubu.

Bagai bara dalam sekam, mungkinkah perang dingin kedua kubu membesar dan membakar lagi 'pohon beringin'? (tor/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads