Taufik diketahui menyampaikan surat pengunduran dirinya ke Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Aljufri pada Senin (16/2) kemarin. Hidayat mengatakan, hingga menerima kabar ada surat pengunduran diri itu, dia tak merasa ada tanda-tanda Ridlo akan mundur. Interaksi yang terjalin antara Ridlo dan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS terjalin baik.
"Dalam interaksi kami di DPTP, tidak ada masalah sama sekali. Semuanya bisa saling mengisi. Kami juga memahami kalau-kalau sekali-sekali ada yang tidak bisa datang rapat, beliau juga kan seorang pebisnis yang bisnisnya menjangkau sampai Malaysia, kadang-kadang tidak bisa hadir rapat, kami sangat paham. Itu manusiawi dan selama ini terkomunikasikan dengan baik," tutur Hidayat saat dihubungi, Selasa (16/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Surat sudah diterima oleh Ketua Majelis Syuro. Dalam AD ART, pengangkatan Presiden, Sekjen, Ketua MPP, Ketua Dewan Syariah, Bendum, diusulkan oleh Ketua Majelis Syuro dan dibahas di Majelis Syuro," ujar Wakil Ketua MPR ini.
Hidayat menuturkan, kebetulan, Majelis Syuro sudah merencanakan pertemuan pada bulan Maret 2016 mendatang. Rencana pertemuan Majelis Syuro ini sudah diagendakan jauh-jauh hari dan tak terkait dengan pengunduran diri Ridlo, namun hampir bisa dipastikan pengunduran diri itu akan dibahas.
"Masalah ini akan disampaikan dalam forum Majelis Syuro. Kemudian Majelis Syuro akan memberi masukan ke Ketua Majelis Syuro. Bagaimanapun, keputusan soal diterima tidaknya pengunduran diri tersebut merupakan hak prerogatif Ketua Majelis Syuro," papar Hidayat.
Hidayat menepis anggapan pengunduran diri Taufik Ridlo terkait dengan masalah Fahri Hamzah yang sedang berkasus di Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS. "Saya menolak itu dikait-kaitkan dengan masalah Pak Fahri Hamzah," ujarnya. (tor/van)










































