"Saya kira itu persoalan pribadi dan tadi Pak Wapres (Jusuf Kalla) juga sudah bilang masalah pribadi. Sudahlah jangan dihebohkan," ujar Luhut di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/2/2016).
Luhut menegaskan sebagai warga negara, orang-orangyang memiliki orientasi seksual berbeda tetap harus dilindungi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut juga tak ingin keberadaan LGBT dibesar-besarkan di tengah masyarakat dengan melakukan pencarian anggota kelompoknya.
"Masa kita tanya lu ini (LGBT)? Kecuali kita melakukan hal-hal aneh di situ baru kita persoalkan tapi kalu dia profesional dan bagus kenapa kita persoalan," kata Luhut.
Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya menegaskan tidak boleh ada kampanye gerakan LGBT. "Kalau masalah pribadi kan kita akui kan banyak terjadi dan lumrah saja asal bersifat pribadi. Yang salah kalau ini menjadi suatu gerakan untuk mempengaruhi orang lain," ujar Jusuf Kalla, Senin (15/2).
Sedangkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Kemensos memiliki program merehabilitasi ODHA dan kaum minoritas lain. Sementara untuk LGBT, Kemensos masih fokus pada transgender saja.
"Tugas Kemensos mengembalikan fungsi-fungsi sosial, fungsi sosialnya laki-laki ya ke laki-laki, begitu pun perempuan, semaksimal mungkin agar seperti semula," tutur Khofifah. (fiq/fdn)











































