Tahun ini 100 Persen Rumah Warga Purwakarta Teraliri Listrik

Tahun ini 100 Persen Rumah Warga Purwakarta Teraliri Listrik

Tri Ispranoto - detikNews
Selasa, 16 Feb 2016 13:11 WIB
Tahun ini 100 Persen Rumah Warga Purwakarta Teraliri Listrik
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Purwakarta - Listrik sebagai kebutuhan pokok hidup manusia belum sepenuhnya bisa dinikmati oleh masyarakat di Kabupaten Purwakarta. Tahun ini pemerintah menargetkan masalah tersebut teratasi. 100% Warga bisa menikmati listrik.

Kadis ESDM Kabupaten Purwakarta, Akun Kurniadi membeberkan, saat ini sekira 4.000 Kepala Keluarga (KK) dengan tingkat ekonomi di bawah rata-rata belum bisa menikmati aliran listrik.

Saat ini, kata Akun, pihaknya melalui program Listrik Desa (Lisdes) segera melakukan lelang. Diharapkan pada bulan Maret mendatang sudah ada pemenang tander agar bisa langsung pada pemasangan di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alokasi yang disiapkan sekira Rp 6 miliar dari APBD 2016," terang Akun, Selasa (16/2/2016).

Besaran uang tersebut nantinya akan dialokasikan sebagai biaya pemasangan, instalasi, hingga pembuatan jaringan bagi beberapa daerah yang belum memilikinya seperti di kawasan pinggiran dan warga yang bermukim di kawasan pedalaman.

"Bagi mereka yang di pinggiran atau daerah yang mausk ke dalam kan memang belum ada jaringannya. Jadi harus dibuatkan baru," katanya.

Dikonfirmasi terpisah Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menargetkan 100% masyarakat bisa menikmati aliran listrik. Hal itu sesuai dengan program prioritas dirinya sejak awal menjabat sebagai orang nomor satu di kabupaten yang dikenal dengan kuliner sate maranggi itu.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Dedi itu, sejak awal menjabat dia terus konsen untuk menggenjot pertumbuhan pemasangan instalasi listrik. Sehingga di tahun 2016 ini hanya tersisa 4ribu KK.

"Pemda hanya membuatkan instalasi listrik gratis saja. Sementara bulanan tetap dibebankan pada masyarakat. Sistemnya kan sekarang token, jadi pemakaian listrik bisa disesuaikan dengan pendapatan masing-masing," tutup Kang Dedi pada detikcom. (trw/trw)


Berita Terkait