Salah satu yang menggelar survei adalah Centre for Strategic and International Studies (CSIS). CSIS melakukan survei pada sampel 400 warga Jakarta yang telah memiliki hak pilih dalam pemilu pada 5-10 Januari 2016. Metode yang digunakan secara acak dengan margin of error +/- 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei yang dilakukan belum lama ini menunjukkan elektabilitas Ahok masih nomor satu dengan angka 45 persen. Nah Ridwan Kami berada di urutan kedua dengan elektabiltias agak jauh di bawah Ahok yakni 15,75 persen, disusul Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan elektabilitas 7,74 persen. Calon lain di Pilgub DKI jauh di bawah itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian Ahok kalah dari segi ketersukaan dari Ridwan Kamil. Ridwan Kamil yang juga punya rencana meneruskan kepemimpinan di Bandung dan menatap Pilgub Jabar ini punya tingkat ketersukaan yang lebih baik.
Soal tingkat ketersukaan ini Ahok hanya ada di posisi ketiga dengan hasil 71,39 persen. Di urutan pertama ada Risma dengan angka 85,54 persen disusul Ridwan Kamil dengan angka 85,02 persen.
Apakah hasil survei tersebut akan memantapkan Ridwan Kamil untuk maju Pilgub DKI?
Yang jelas Ridwan Kamil masih terus mempersiapkan diri. Kabarnya bulan depan Ridwan Kamil akan mengambil sikap akhir soal Pilgub DKI.
"Sampai akhir bulan saya ada undangan-undangan dari forum-forum warga di Jakarta. Ada forum pengusaha, ada forum organisasi. Jadi sampai akhir bulan saya menargetkan untuk menyelesaikan silaturahmi," kata Ridwan Kamil kepada detikcom di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Bandung, Jawa Barat, Senin (15/2/2016) kemarin.
Setelah menyelesaikan silaturahmi dengan warga Jakarta, Ridwan Kamil akan membuat analisis di awal bulan Maret. Lalu dia akan membuat keputusan sebelum April. "Karena April kan mereka akan memutuskannya secara jadwal," ujarnya mengacu pada jadwal Pilgub DKI 2017.
(van/nrl)











































