Sopir Metro Mini 640 Ditahan Atas Kasus Kematian Karyawan Telkom Bagus

ADVERTISEMENT

Sopir Metro Mini 640 Ditahan Atas Kasus Kematian Karyawan Telkom Bagus

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 15 Feb 2016 18:44 WIB
Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo
Jakarta - Polres Jakarta Pusat menahan sopir Metro Mini 640 jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang, terkait kematian Bagus Budiwibowo (41) yang diduga ditodong kawanan pencopet. Mohammad Sasih ditahan polisi karena kelalaiannya.

"Sopir sudah kami tahan atas dugaan kelalaiannya mengakibatkan korban meninggal dunia dalam laka lantas," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hendro Pandowo kepada detikcom, Senin (15/2/2016).

Adapun, Sasih dijerat dengan Pasal 310 ayat (2) jo Pasal 129 ayat (1)huruf e UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Hendro mengatakan, sopir dianggap lalai karena tidak menghentikan mobilnya saat pegawai Telkom itu hendak turun dari atas Metro Mini.

"Sementara kan pengakuannya korban mau turun, tetapi sopir terus melajukan kendaraannya sehingga mengakibatkan korban terjatuh dan tewas akibat terbentur aspal," jelasnya.

Tetapi, Hendro belum memastikan apakah Bagus korban kejahatan atau korban kecelakaan. Namun sementara, lanjutnya, korban diduga tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

"Kan ada SMS dari sopir ke kernet 'kalau polisi tanya (soal korban) bilang saja dirampok'," imbuhnya.

Bagus menumpang Metro Mini 640 saat hendak pulang kerja pada Kamis (11/2) lalu. Bagus terjatuh dari atas Metro Mini saat bus melintas di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Saat itu, sopir dan kernet serta tiga orang penumpang bua turun dari Metro Mini dan membantu Bagus.

Mengetahui Bagus yang masih bernapas, Hendar dan sang sopir, Mohammad Sasih bergegas membawa korban ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Tak lama, Bagus langsung dirujuk ke RSCM. Namun sayang nyawanya tak dapat diselamatkan akibat pendarahan di bagian kepala.

(mei/dra)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT