"Perbaikan ini sekarang dilakukan oleh kontraktor bukan pemerintah, kira-kira memakan waktu 1-1,5 bulan. Terdapat angin di luar perhitungan atau sangat keras hempasannya sehingga memberikan dampak beban pada atap Cikunir," Direktur Operasi PT Jasa Marga, Christantio Prihambodo di kantor pusat PT Jasa Marga di Plaza Tol TMII, Jakarta Timur, Senin (15/2/2016).
Guna mengatasi antrean di gerbang tol, Jasa Marga untuk sementara menjadikan gardu electronic payment menjadi gardu pembayaran tunai. Saat ini ada 4 gardu yang ditutup akibat ambruknya atap gerbang tol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam masa perbaikan, pihak Jasa Marga menopang atap gardu tol dengan tiang penyangga dan memotong papan atap yang menambah beban.
"Sudah sesuai spesifikasi teknis, artinya memang ada kekuatan angin yang di luar standar," sambungnya.
Jumpa pers manajemen PT Jasa Marga (Foto: Aditya Mardiastuti) |
Jasa Marga dipastikan Christantio sudah menggelar rapat evaluasi juga untuk menentukan langkah lanjutan mengantisipasi kejadian serupa.
"Kami perintahkan pada para GM evaluasi pada gerbang-gerbang besar seperti di Cikunir Utama, Karang Tengah, Halim. Meski kesehariannya mereka melakukan pemeriksaan secara rutin, melakukan inspeksi untuk pemeliharaan konstruksi," papar dia.
Robohnya atap GT Cikunir 2 disebabkan angin kencang dan hujan deras yang turun pada Minggu (14/2). Pada pagi tadi 11 dari 15 gardu transaksi di GT Cikunir 2 sudah dioperasikan. (fdn/fdn)











































Jumpa pers manajemen PT Jasa Marga (Foto: Aditya Mardiastuti)