HP itu dicari karena menurut keterangan dari kernet dan sopir, Bagus terjatuh karena didorong oleh komploten pencopet. Namun belakangan keterangan keduanya berubah, mereka mengaku Bagus jatuh saat Metro Mini tengah melaju dan tidak ada copet di dalam Metro Mini.
Sopir mengatakan tidak mendengar instruksi kiri sebagai tanda agar Metro Mini berhenti. Sopir dan kernet mengarang cerita Bagus dicopet agar mereka tidak diamuk massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin ada polisi yang minta nomor HP yang dihilang itu nomernya berapa," kata adik Bagus, Gagah Guntur, kepada detikcom, Senin (15/2/2106).
Sementara itu, Gunawan Idris rekan kerja di Telkom yang ikut menemani Bagus di RSCM mengatakan barang-barang Bagus yang tersisa hanya celana dan ikat pinggang. Barang itu diserahkan oleh pihak rumah sakit kepada Gunawan untuk diserahkan kepada istri Bagus.
"Saya nggak tahu HP dan dompetnya di mana. Dari rumah sakit cuma dikasih celana sama tali pinggang," katanya.
Sebelumnya, polisi menegaskan tak ada barang berharga milik Bagus yang hilang selain sebuah handphone. Polisi pun kini tengah melacak keberadaan handphone tersebut.
"Handphone (milik Bagus) hilang, tapi kami terus lakukan pencarian," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti dalam jumpa pers kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Minggu (14/2/2016) malam.
Sementara barang berharga lain milik korban berupa tas, dompet dan laptop dapat diselamatkan setelah diamankan oleh anggota lantas Polres Jakarta Pusat. Barang-barang itu sudah dikembalikan ke pihak keluarga.
Penyelidikan untuk kasus tersebut masih terus dilakukan penyidik. Sopir dan kernet Metro Mini 640 tersebut juga telah menjalani pemeriksaan. (slm/mad)











































