Dalam surat elektronik ke redaksi@detik.com, Senin (15/2/2016), Selamat menuturkan peristiwa yang dialaminya.
"Pada hari Jumat tanggal 22 Januari 2016 jam 13.05 WIB, saya juga mengalami percobaan perampokan di dalam kopaja P19 dari arah bundaran HI mengarah ke Sarinah seperti yang dialami Alm Saudara Bagus Budi Wibowo," jelas Selamat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika dekat menara Topas saya berdiri dan memberi tanda kepada sopir untuk berhenti di jembatan Sarinah dan kemudian saya bersiap turun dan berjalan ke arah pintu depan. Kemudian tiba-tiba seorang pria yang duduk di belakang supir melemparkan saputangan berwarna biru ke dekat kaki kanan saya. Kemudian seperti berteriak agar saya tidak menginjak saputangan tersebut. Hal itu dilakukan hingga 3 kali," urai Selamat.
"Saya mulai curiga dengan tujuan pelaku akhirnya saya menoleh ke belakang dan ternyata sekitar 3 sampai 5 orang langsung mengeroyok saya dari belakang dan berusaha merebut tas ransel yang saya bawa dibagian depan tubuh saya," tambahnya lagi.
Selamat tidak diam, kemudian melakukan perlawanan dan pergumulan sampai akhirnya bisa lepas dari kepungan pelaku. Kemudian dia bersiap untuk loncat karena kondisi Kopaja mulai menepi didepan menara Topas.
"Namun saat saya hendak meloncat salah satu pelaku masih berusaha menarik ransel saya di tangan sebelah kanan sehingga saya terjatuh ke jalan raya dan mengalami luka di bagian pelipis kiri, bahu kiri, tangan kiri dan kanan termasuk siku, lutut kiri dan kanan serta luka robek di bagian telapak tangan kiri," urainya.
"Ketika saya terjatuh saya berguling dan langsung berteriak rampok namun saat itu tidak ada yang bisa mengejar karena setelah saya terjatuh Kopaja tersebut langsung berhenti sekitar 20 meter dari tempat saya jatuh dan pelaku berhamburan keluar kembali naik ke kopaja berikutnya dan melarikan diri. Ketika pengeroyokan ini terjadi seorang pelaku tetap berjaga di belakang sopir dan seorang berjaga di dekat kernet di pintu belakang," urainya.
Saat peristiwa terjadi, tidak ada polisi di sekitar lampu merah Sarinah dan akhirnya Selamat langsung ke rumah sakit Abdi Waluyo Menteng untuk dilakukan penanganan atas luka-luka yang dialaminya.
"Saya dan setelah itu saya melapor ke Polsek Menteng dengan nomor Surat Keterangan : 027/B/I/Sektro Menteng. Saya sangat menyayangkan hal yang saya alami berulang kepada orang lain dan sampai menimbulkan korban jiwa. Saya harap polisi bisa cepat bergerak untuk membongkar komplotan perampok ini," tutup dia. (dra/dra)











































