"Malam ini terakhir infonya ternyata sopir dan kernet mengakui mengarang cerita itu ke rekan korban di rumah sakit. Kepada polantas unit Polres Jakarta Pusat, masih ceritanya didorong oleh pelaku kejahatan. Tapi di Polda ceritanya berbeda," ujar Krishna kepada wartawan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Minggu (14/2/2016) malam.
Sopir dan Kernet yang akhirnya diperiksa di Polda Metro Jaya tiba-tiba mengubah keterangan mereka. Mereka mengaku mengarang cerita, padahal tidak mengetahui secara pasti bagaimana Bagus dapat terjatuh.
"Belum ada konklusi terhadap kasus ini, apakah terjadi tindak pidana atau belum. Tapi jadi concern kami untuk mengungkap hingga terang benderang dan agar tidak simpang siur. Kami akan terus selidiki," kata Krishna.
(rii/jor)











































