Keluarga Kerjasama dengan Polisi Ungkap Dugaan Perampokan Bagus Budiwibowo

Keluarga Kerjasama dengan Polisi Ungkap Dugaan Perampokan Bagus Budiwibowo

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 14 Feb 2016 21:20 WIB
Keluarga Kerjasama dengan Polisi Ungkap Dugaan Perampokan Bagus Budiwibowo
Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo
Kudus - Pihak keluarga Bagus Budiwibowo (42), karyawan Telkom yang tewas terjatuh diduga akibat dirampok di Metro Mini 640, menyerahkan penanganan kasus pada kepolisian. Keluarga dan polisi juga sudah berkoordinasi untuk membantu penyelidikan.

Adik Bagus, Gagah Guntur (39) mengatakan sejak ia berada di Jakarta saat menemani Bagus yang berada di RSCM, kepolisian sudah meminta keterangan. Ia pun menyerahkan penanganan kepada pihak berwajib.

"Dari kepolisian Gambir sudah tanya-tanya ke kami. Ini juga ada SMS dari Polda Metro," kata Gagah saat ditemui detikcom di rumah duka, Dukuh Kemang, Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (14/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini pihak keluarga juga menunggu informasi dari kepolisian terkait penanganan kasus dugaan perampokan yang menimpa karyawan Telkom tersebut.

Diketahui Bagus Budiwibowo tewas setelah jatuh dari Metro Mini 640 pada Kamis (11/2) di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Korban dibawa oleh sopir Metro Mini ke rumah sakit dan akhirnya mendapat pertolongan di RSCM. Namun hari Sabtu (13/2) kemarin Bagus menghembuskan nafas terakhir karena pendarahan di otak akibat terjatuh tepat di kepala.


"Tadi jenazah sampai jam 09.00 WIB dari Jakarta. Langsung kami lakukan prosesi pemakaman jam 10.00 WIB," tandas Gagah.

Sementara itu sopir Metro Mini yang bersangkutan yaitu Mohammad Sasih sudah diperiksa di Polres Jakarta Pusat. Saat dimintai keterangan Sasih mengaku tidak terlalu tahu kronologi perampokan karena hanya melihat melalui kaca spion.

(alg/jor)


Berita Terkait