Duka Keluarga di Kediaman Bagus Budi, Korban Perampokan di Metro Mini

Tewas Dirampok di Metro Mini

Duka Keluarga di Kediaman Bagus Budi, Korban Perampokan di Metro Mini

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 14 Feb 2016 18:12 WIB
Duka Keluarga di Kediaman Bagus Budi, Korban Perampokan di Metro Mini
Foto: Angling Aditya
Kudus - Suasana duka masih menyelimuti kediaman Bagus Budi Wibowo (42), karyawan Telkom yang tewas akibat perampokan di Metro Mini 640. Hingga sore hari pelayat masih terus berdatangan.

Dari pantauan detikcom di rumah duka di Dukuh Kemang, Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, puluhan papan karangan bunga berjajar di bagian depan dan samping rumah. Para tetangga pun masih terus berdatangan.

Jenazah Bagus sudah dimakamkan di pemakaman umum Karangbener tidak jauh dari rumah orang tuanya itu. Istri Bagus, Kholifah Hanim (39) masih syok dan belum bisa dimintai keterangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi jenazah sampai jam 09.00 WIB dari Jakarta. Langsung kami lakukan prosesi pemakaman jam 10.00 WIB," kata adik Bagus, Gagah Guntur, kepada detikcom, Minggu (14/2/2016).


Karangan bunga di depan rumah duka (Foto: Angling/detikcom)


Almarhum memang dikenal baik sehingga banyak rekan-rekannya dari Jakarta yang rela datang ke Kudus untuk mengantar ke peristirahatan terakhir.

"Orangnya pekerja keras, sederhana, senang olahraga. Dia itu care dan selalu membantu teman-temannya. Kalau soal masalah kerja, dia ringan tangan untuk membantu," cerita Gagah.

Pihak keluarga mendapat informasi Bagus mengalami kecelakaan hari Kamis (11/2) lalu usai Maghrib. Saat itu Bagus sudah berada di RSCM. Kabar pertama diketahui oleh istrinya yang berada di Bogor, sesampainya di RS, istri Bagus menerima kabar sebenarnya dari teman Bagus terkait peristiwa perampokan itu.

"Teman kakak kasih kabar ke istrinya. Istri sama anak-anak langsung ke RSCM. Waktu istri dan anaknya di sana, kakak masih respons," imbuhnya.

Kholifah kemudian mengabari keluarga termasuk ibunda Bagus, Suprawati di Kudus dan Gagah yang berada di Lombok. Seluruh anggota keluarga sudah berkumpul menunggu Bagus, namun ia sudah tidak merespon.

"Hari Sabtu (13/2) kemarin menjelang Maghrib sudah 'tidak ada'. Terus tadi dibawa ke sini (Kudus)," ujar Gagah.

"Kata dokter meninggal karena pendarahan di otak. Waktu itu belum ada penanganan operasi karena memang harus menunggu stabil," imbuhnya.

Bagus Budiwibowo tewas setelah didorong perampok yang jumlahnya lebih dari satu orang hingga keluar dari Metro Mini. Padahal Bagus sudah menyerahkan telepon selulernya kepada para pelaku. Bagus jatuh dari Metro Mini di kawasan Thamrin.

Bagus meninggalkan satu istri dan dua anak. Anak pertamanya berusia 16 tahun dan masih duduk kelas 1 SMA kemudian anak keduanya kini berusia 15 tahun dan masih menjadi siswi kelas 2 SMP. (alg/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini