Perjuangan Rakyat Chechnya akan Terus Berlanjut

Perjuangan Rakyat Chechnya akan Terus Berlanjut

- detikNews
Rabu, 09 Mar 2005 20:48 WIB
Jakarta - Pembunuhan atas pemimpin pejuangan Chechen, Aslan Maskhadov tidak akan menyurutkan pemberontakan terhadap Rusia di Chechnya, demikian tutur Akhmed Zakayev, salah satu pemimpin pemberontak Chechnya.Menurut Zakayev seperti yang dikutip BBC, Rabu (9/3/2005), kelompoknya akan memilih pengganti dalam beberapa hari ke depan.Maskhadov, yang terpilih sebagai presiden Chechnya tahun 1997, tewas terbunuh oleh tentara khusus Rusia dalam penyerbuan hari Selasa.Dia selama ini dipandang sebagai pemimpin kelompok separatis Chechnya yang paling moderat, setelah mengambil jarak dari serangkaian serangan teror. Selain itu Maskhadov dilaporkan beberapa waktu lalu menyerukan digelarnya perundingan dengan Rusia.Televisi Rusia sejak kemarin menyiarkan gambar jenazah Aslan Maskhadov yang setengah telanjang dan berbaring diatas genangan darahnya sendiri.Zakayev yang berbasis di London mengatakan, gerakan pemberontakan akan terus berlanjut, tidak ada keraguan akan hal itu.Menurut Zakayev, sebuah komite militer akan segera menunjuk pengganti Maskhadov."Komite ini memiliki wewenang untuk menunjuk pengganti Maskhadov, dan keputusan yang mereka ambil adalah sah hingga pemilihan umum bisa digelar di Chechnya," tutur Zakayev. "Berdasarkan keputusan komite nanti, pemimpin baru Chechnya akan diumumkan beberapa hari kedepan,"Dia menambahkan, "Aslan Maskhadov jauh lebih berbahaya bagi Kremlin setelah dirinya meninggal daripada saat dia hidup. Pasalnya, Maskhadov justru menyerukan digelarnya perundingan damai,""Ini adalah kehilangan besar, namun bukan pukulan bagi kami seperti yang Vladimir Putin kira," tambahnya.Aslan Maskhadov, mantan jenderal jaman Uni Soviet, dicap sebagai teroris oleh Moskow karena keterlibatannya dalam perang di Chechnya.Dia memimpin kelompok pemberontak Chechnya yang mengalahkan pasukan Rusia dalam perang tahun 1994-1997, dan kemudian terpilih sebagai presiden Chechen Januari 1997.Namun Maskhadov digulingkan saat Moskow kembali mengirimkan tentara ke Chechnya Oktober 1999.Maskhadov membantah dirinya terlibat dalam berbagai serangan kelompok gerilyawan, termasuk serangan terhadap sekolah di Beslan serta serangan terhadap sebuah teater di Moskow.Salah seorang pemimpin gerilya Shamil Basayev, yang merupakan orang yang paling diburu oleh Rusia, menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.Maskhadov berulang kali menyerukan adanya perundingan damai, dan baru minggu lalu mendesak agar seluruh pihak mengutamakan jalan damai.Dia menyatakan, perdamaian di Chechnya sebenarnya hanya membutuhkan pertemuan antara dirinya dengan presiden Rusia Vladimir Putin "Selama 30 menit, yang berlangsung secara adil, dalam sebuah dialog empat mata,"Moskow menolak desakan Maskhadov dengan alasan tidak mau berunding dengan teroris.Kepala pasukan keamanan dalam negeri Rusia, FSB, Nikolai Patrushev memberi tahu Presiden Putin bahwa Maskhadov telah tewas.Putin memerintahkan penyelidikan untuk mencari sebab musabab tewasnya Maskhadov di desa Tolstoy-Yurt, dan akan memberi penghargaan bagi pasukan Rusia yang terlibat dalam penyerbuan terhadap Maskhadov.Sejauh ini hanya sedikit sekali keterangan yang diberikan tentang operasi pasukan khusus Rusia dekat ibukota Chechen, Grozny.Wakil Perdana Menteri Chechnya saat ini, yang ditunjuk Moskow, Ramzan Kadyrov kepada kantor berita Interfax mengatakan, niat semula adalah untuk menangkap Maskhadov hidup-hidup, namun dia tewas akibat kecerobohan pengawalnya dalam menangani senjata mereka sendiri. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads