"Lima orang yang sudah ditangkap. Mereka ini modusnya pura-pura menggerebek orang, tapi kemudian merampok, istilahnya 'bodrek'," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (14/2/2016).
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu orang oknum polisi, 4 orang sipil dan 3 oknum dari TNI. Untuk yang oknum TNI kita serahkan dan koordinasikan dengan POMAL," imbuhnya.
Sementara itu, Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso mengatakan, total pelaku ada delapan orang.
"Lima orang yang sudah ditangkap oleh tim Resmob yaitu satu oknum polisi dan 4 orang sipil. Yang polisi dari Polsek Manpang Prapatan," ujar Eko.
Lima pelaku termasuk oknum polisi berinisial FG (31) ditangkap oleh tim Opsnal Unit V Subdit Resmob yang dipimpin oleh Kompol Handik Zusen. Sementara 4 pelaku lainnya yakni Ahmad Sofyan (31), Muhammad Fajarudin (24), Aidil Putra (39) dan Aldila (39).
"Saat ini mereka masih kami dalami untuk pemeriksaan mendalam untuk kemungkinan ada TKP lainnya," imbuhnya.
Dari para pelaku, polisi menyita sepucuk senpi revolver organik milik FG, 1 unit mobil Ford Escape milik FG, 9 butir peluru kaliber 38, handphone sebnyak 9 unit, sebilah pisau lipat.
Sebelumnya, korban bernama Agustinus Edowail (26) dibawa komplotan di Jl Kemang Raya, Bojong Rawalumbu, Rawalumbu, Kota Bekasi, Kamis (11/2) lalu. Para pelaku mengaku sebagai anggota narkoba Polda Metro Jaya dan hendak menangkap korban atas kasus narkoba.
Alih-alih dibawa ke kantor polisi, korban justru diminta untuk menyerahkan uang damai sebesar Rp 50 juta. Namun, lantaran di ATM-nya hanya ada uang Rp 3 juta, akhirnya mobil Yaris korban ditahan oleh para pelaku.
Korban sempat dibawa berputar-putar keliling kota sebelum akhirnya diturunkan di tol samping Bekasi Square dan korban diturunkan sekitar jam 01.30 WIB, Jumat (12/2). Korban sempat dianiaya dan ditodong senjata api di bagian lututnya. (mei/ega)












































