Sindikat Rampok di Metro Mini 640 dan Tewasnya Karyawan Telkom

Rachmadin Ismail - detikNews
Minggu, 14 Feb 2016 13:38 WIB
Foto: dok. Hani Buntari
Jakarta - Sekali lagi kasus kejahatan di angkutan umum, khususnya Metro Mini. Kali ini korbannya adalah Bagus Budiwibowo (41), Manager Wireless Product Divisi Service and Solution Telkom. Sampai kapan para penumpang harus was was di perjalanan?

Bagus menjadi korban kejahatan ketika naik Metro Mini dari Jl Gatot Subroto mengarah ke Jl MH Thamrin, Jakpus. Kala itu, Kamis (11/2) pukul 17.30 WIB, dia naik Metro Mini 640 Jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang. Di dalam bus, hanya ada Bagus, kernet, sopir dan empat orang yang diduga sindikat rampok.

Berdasarkan cerita kernet bus kepada pihak rumah sakit, Bagus dimintai ponsel oleh para perampok. Namun saat ponsel sudah diserahkan, belum jelas bagaimana pemicunya, Bagus jatuh dari Metro Mini dan kepalanya membentur aspal. Sempat dirawat di rumah sakit, ayah dua anak itu tewas pada Sabtu (13/2) sekitar pukul 17.45 WIB.

"Sempat operasi kepala di bagian belakang dijahit. Ada pendarahan otak sudah di atas 60 persen, menurut informasi dokter, kesadarannya langsung turun, kalau skala level 1 -15, dia sampai level 3," kata rekan Bagus, Hani Buntari dari bagian Komunikasi Divisi Digital Service, kepada detikcom, Minggu (14/2/2016).

Hani terakhir kali bertemu dengan Bagus tak lama sebelum kejadian. Mereka sempat rapat di Kantor Telkom di Gatot Subroto. Saat itu, Bagus hendak ke kantor Kebon Sirih untuk bermain badminton. (baca kronologi lengkapnya di sini)

Bagus saat dirawat di RSCM (dok. Hani Buntari)


Hani sempat menjenguk Bagus tak lama setelah mendengar kabar kejadian tersebut di ruang IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dia melihat Bagus sudah tak sadarkan diri dan sedang didoakan oleh pihak keluarga.

Saat ini, jenazah Bagus sudah dimakamkan di Kudus, kampung halamannya. Berdasarkan informasi dari rekan Hani yang ikut pemakaman, istri Bagus masih shock. "Pemakamannya tadi pukul 10.30 WIB," imbuhnya.

Suasana pemakaman (dok. Hani Buntari)


Sindikat rampok di Metro Mini, kereta api dan angkutan umum di Jakarta sudah menjadi kabar yang terus berulang. Aksi mereka sudah sangat meresahkan. Namun sayangnya, tidak ada perubahan walau sudah ada tindakan dari sejumlah unsur.

Dua pekan lalu, ada copet bertato bernama Warsip yang sudah berkali-kali beraksi, namun tak kunjung jera. Para penumpang bahkan sudah mengenalnya sebagai copet dan waspada ketika berdekatan. Menurut catatan PT KCJ, pelaku sudah berkali-kali melakukan pencopetan namun selalu lolos. Penyebabnya, sebagian karena tidak diproses pihak yang berwenang dan juga korban tidak ingin melanjutkan ke tahap proses hukum selanjutnya.

Salah seorang pembaca detikcom melaporkan, temannya pernah mengalami percobaan rampok di Metro Mini 640. Saat ada rekannya yang tahu dicopet, saksi yang teriak hendak diintimidasi oleh sekitar lima orang copet di dalam bus. Saksi yang teriak dan calon korban copet didorong oleh kernet bus karena khawatir dianiaya oleh sindikat tadi.

Anda punya cerita soal Metro Mini 640 atau kejadian tak mengenakkan di dalamnya? Silakan berbagi ke redaksi@detik.com. (mad/nwk)