"Pemerintah membangun otorita di sana sehingga ada kewenangan dari pemerintah pusat yang bisa dengan cepat membangun dan menjalankan serta pembangunnan di sana didukung oleh pemerintah daerahnya," kata Darmin usai menghadiri Silaturahmi H3 (Horas, Halak, Hita) dengan tema "Menyongsong Pariwisata Danau Toba" di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (13/2/2016) malam.
Menurut Darmin, Danau Toba memiliki daya tarik yang beragam. Itulah yang harus ditonjolkan sehingga menarik banyak wisatawan. Danau Toba juga menjadi satu dari 10 lokasi wisata nasional yang masuk ke dalam program prioritas pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan mengungkapkan bahwa kunci perbaikan untuk Danau Toba adalah soal infrastruktur. Selain itu, faktor lingkungan dan SDM juga harus jadi perhatian.
"Saya kira kalau infrastukturnya diperbaiki untuk menarik 1 juta wisatawan dalam 3-4 tahun ke depan," ucap Luhut dalam kesempatan yang sama.
"Infrastruktur, satu. Jalan kemudian lingkungan, keramba-keramba di Danau Toba. Kemudian juga menyangkut masalah SDM juga harus diperbaiki," pungkasnya. (imk/rna)










































