Informasi yang diperoleh detikcom dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 19.30 WIB, Jumat (12/2/2016). Saat itu anggota tengah melakukan pengintaian transaksi dua pelaku kejahatan kendaraan bermotor di Kampung Ciseupan, Desa/Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
"Usai pengintaian kami langsung melakukan penggrebekan ada dua pelaku yang saat itu memang sudah masuk buruan kami. Begitu mengetahui ada polisi keduanya berusaha lari ke arah yang berbeda, satu pelaku melakukan perlawanan dan kita tembak," ujar Kasatreskrim AKP Gilang Prasetya, kepada detikcom sekira pukul 11.30 WIB, Sabtu (13/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku lainnya berinisial RK saat akan melarikan diri menggunakan motor dihadang oleh Briptu Safrizal, karena terdesak RK nekat menabrakan kendaraannya ke arah Briptu Safrizal hingga terjatuh.
"Setelah kita cek, anggota kita itu mengalami luka patah di bagian kakinya. Cukup parah karena kerasnya benturan. Korban kita larikan ke RSUD R Syamsudin SH kemudian di rujuk ke RS Kramat Jati," tandas Gilang.
Dari lokasi kejadian polisi mengamankan barang bukti yg diamankan dua unit kendaraan bermotor jenis Kawasaki Ninja dan Honda Beat berwarna merah, 1 buah pisau, 2 buah telepon genggam.
Sementara itu, pelaku FR yang tewas sebelumnya sempat mendapat perawatan di Ruang Teratai, RSUD R Syamsudin SH. Jasad korban kemudian dibawa keluarganya ke kampung halamannya di daerah Bojong, Cikembar sekira pukul 12.45 WIB, Sabtu (13/2/2016). Menurut keterangan polisi FR saat penggrebekan berupaya merebut senjata milik anggota Reskrim.
"FR sempat bergumul dengan anggota kita dan berusaha mengambil senjata, karena dianggap membahayakan akhirnya pelaku ditembak di bagian samping dada sebelah kiri. Usai dilumpuhkan pelaku kita bawa ke RSUD R Syamsudin SH hingga akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi," terang AKP Gilang Prasetya.
Menurut polisi FR diketahui sebagai gembong resdivis pelaku Curanmor dan merupakan tahanan kabur dari tahanan Polres Sukabumi pada tahun 2011 lalu dan memang sudah masuk daftar buruan petugas. "Saat ini jenazah korban sudah dibawa oleh keluarganya," pungkas Gilang. (imk/imk)











































